Demikian keterangan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (7/3) malam WIB.
"Dalam waktu dekat tentu saja Wapres akan mengundang beberapa teman-teman dari swasta untuk membicarakan karena ini memang gawe nasional. Jadi diperlukan keterlibatan semua pihak,” ujar Puan seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Demi mengawasi keterlibatan sponsor, komite penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) melibatkan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Dari total anggaran tersebut pemerintah baru sanggup mencairkan dana dari APBN sebesar Rp500 miliar. Padahal pada perencanaannya pada 2017 ini memerlukan pendanaan hingga Rp2,3 triliun.
Goda Swasta Multinasional
Sebelumnya, saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia (IORA) di Jakarta, JK pun berharap Asian Games 2018 mampu menggandeng sponsor dari perusahaan multinasional untuk membantu pendanaan.
“Anggaran kita semua sekarang harus efisien, dan bagaimana menjual event ini di dunia. Penyelenggaraan Asian Games 2018 itu untuk dibiayai oleh sponsor dunia. Contohnya, Samsung, Toyota atau Huawei, yang akan memasang iklan di seluruh kawasan Asia," kata Kalla di sela konferensi yang digelar di Jakarta Convention Center tersebut, Selasa (7/3).
"Jika semua mengharapkan APBN itu tidak cukup, dan image-nya harus baik untuk menarik sponsor bagus. Jika tidak, nanti sponsor akan ragu," kata Kalla.
Indonesia kali terakhir menjadi tuan rumah Asian Games adalah pada 1962 silam. Untuk gelaran Asian Games mendatang bakal digelar di dua kota utama yakni Jakarta dan Palembang. Dewan Olimpiade Asia (OCA) telah memutuskan Asian Games 2018 bakal mempertandingkan 484 nomor pertandingan dalam 42 cabang olahraga.
Baca selengkapnya:Asian Games 2018 Resmi Gelar 484 Nomor Pertandingan |
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani. (CNN Indonesia/Andry Novelino)