Gerah dengan Mesin McLaren-Honda, Alonso Pikirkan Pergi

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Sabtu, 11/03/2017 15:27 WIB
Gerah dengan Mesin McLaren-Honda, Alonso Pikirkan Pergi Semenjak pindah ke McLaren dari Ferrari pada 2009 silam, juara dunia dua kali Fernando Alonso gagal bersaing karena mesin Honda yang bermasalah. (REUTERS/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juara dunia dua kali, Fernando Alonso, menolak disebut akan pensiun dari balap Formula One (F1). Namun, pebalap berusia 35 itu mulai berpikir untuk pindah dari tim McLaren-Honda.

Hal itu diungkap Alonso usai kembali masalah pada tes pramusim terakhir di sirkuit Katalonia, Barcelona, Jumat (10/3).

Dalam tes hari tersebut mobil yang dikendarai Alonso dua kali mengalami kegagalan elektrik. Hal itu membuat dirinya hanya bisa berputar sebanyak 43 lap dan menjadi di urutan ke-11 tercepat dari 13 pebalap. Persoalan teknis yang terus dialami McLaren dalam masa tes pramusim resmi ini menjadi alasan Alonso tak ingin lagi meneruskan kontraknya akhir musim ini.


"Saya menginginkan kemenangan dan banyak podium dan jika ini tetap berjalan salah, saya ingin lebih menyerang itu tahun depan," ujar Alonso usai tes seperti dikutip dari AFP.

"[Hasil buruk] memberi saya motivasi lebih untuk lanjut. Saya tak akan berhenti membalap tanpa sebuah hasil bagus, yang mana itu saya kira pantas untuk didapatkan."

Alonso tampaknya mengalami perjudian yang buruk ketika dia memutuskan pindah ke McLaren dari Ferrari pada musim 2015 silam. Gagal bersaing dengan Sebastian Vettel untuk membalap dengan tim Ferrari, Alonso memilih McLaren yang kembali bermitra dengan Honda dan memutuskan kontrak suplai mesin dari Mercedes pada 2015 silam.

Perjudian itu gagal karena pada musim tersebut Honda mengalami kesulitan dan banyak mendapatkan persoalan teknis--yang juga tak mampu dibenahi saat musim berjalan. Musim selanjutnya, musim 2016 silam, Honda mulai merangkak naik, namun performa buruk dan persoalan teknis selama dua rangkaian tes pramusim membuat kekhawatiran akan terjadi seperti 2015 kembali.

"Kami hanya punya satu masalah yakni unit tenaga," kata Alonso. "Tak ada ketahanan dan tak ada tenaga. Kami 30 km per jam lebih lambat saat di trek lurus."

Alonso pun mengklaim dirinya bisa tampil bagus di sirkuit, bahkan lebih hebat dibandingkan Sebastian Vettel (Ferrari) maupun Lewis Hamilton (Mercedes). Namun, sejak di McLaren, Alonso tak mampu bersaing dengan mereka bahkan dirinya dan rekan satu tim, Jenson Button--kini jadi pebalap cadangan, harus bersusah payah di papan bawah. Untuk dicatat hingga saat ini Alonso sudah mengikuti 52 grand prix tanpa meraih podium, dan 73 grand prix tanpa kemenangan.

"Saya hanya membutuhkan mesin yang dapat berlari cepat dibandingkan yang lain di trek lurus. Semua tim [peserta F1 musim 2017] sudah siap untuk kemenangan, kecuali Honda," ujar Alonso kesal.

Alonso pun mengkritik direktur balap McLaren, Eric Boullier, yang dinilainya tak bisa menekan Honda untuk mengatasi masalah mesin dan persoalan teknik lain yang diperlukan untuk bersaing.

"Tahun ini lebih frustrasi karena anda memiliki harapan tingg karena ada beberapa perubahan atau aturan dan anda pikir anda bisa memotong jarak," kata Alonso.

Tinggal tersisa dua pekan lagi untuk grand prix pertama di musim 2017. Para pebalap bakal mulai memacu mobil mereka guna menjadi yang terbaik dimulai dari Australia dua pekan mendatang.