Arema Pentingkan Harmonisasi Tim Dibanding Marquee Player

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Jumat, 24/03/2017 19:52 WIB
Arema Pentingkan Harmonisasi Tim Dibanding Marquee Player Manajemen Arema FC mewaspadai kehadiran Marquee Player dapat menyebabkan pengaruh buruk pada keharmonisan tim karena kesenjangan antarpemain. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajemen Arema FC merasa keberadaan marquee player harus dilihat dari banyak sisi. Bukan menyoal harga atau kebintangan, tapi jangan sampai kedatangan marquee player merusak keharmonisan tim yang telah dibangun selama ini.

"Sekelas Lionel Messi didatangkan juga belum tentu bisa mengubah semua. Kami harus sangat cermat dan hati-hati sama pemain kami. Apa benefit-nya secara teknis dan non teknis (bisnis) dari marquee player?," kata General Manager Arema FC Ruddy Widodo kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

"Bagaimana kalau kedatangan marquee player justru jadi sisi buruk karena ada kesenjangan di antara pemain?," imbuhnya.


Ruddy membicarakan hal tersebut terkait kebijakan marquee player yang digodok PSSI jelang kompetisi sepak bola Indonesia, Liga 1. Salah satu marquee player yang telah menggemparkan sepak bola Indonesia adalah kehadiran mantan bintang Chelsea, Michael Essien di tim Persib Bandung.

Menurut Ruddy harga dan nama besar seorang marquee player tak menjadi jaminan bisa membawa pengaruh positif bagi sebuah tim. Pasalnya, banyak sisi lain yang menurut Ruddy juga harus jadi bahan pertimbangan.

"Belum tentu dia (marquee player) bisa tune in di tim, entah merasa pintarlah. Indonesia itu sangat berbeda dengan Eropa, laga away saja beda, lapangan beda, tidak banyak yang bagus," ungkapnya.

Kecuali, lanjutnya, ada misi lain di balik kedatangan marquee player tersebut. Misalnya, dia datang dengan sponsor dari sebuah lembaga yang berniat untuk memajukan sepak bola di Indonesia.

"Kalau hanya sekadar jual nama, kemudian track record dan attitude-nya tidak bagus, buat apa? Tujuan didatangkannya marquee player itukan supaya bisa mentransfer ilmu dan pengalaman yang didapatnya di Eropa," tegas Ruddy.

Secara pribadi Ruddy mengaku lebih mendukung kebijakan tiga pemain asing plus satu pemain Asia untuk kompetisi Liga 1 2017. Pasalnya, itu tidak akan membuat adanya ketidakseimbangan antara klub kaya dan klub yang biasa saja.

"Kami tidak mau menghancurkan harmonisasi tim yang jadi kekuatan Arema sampai saat ini. Baik kekompakan di dalam maupun di luar lapangan," pungkas Ruddy.