Presiden Indonesian Asian Games Organizing Committee (INASGOC) Erick Thohir menyebut, atap SUGBK hanya bisa menampung beban sebesar 20 ton. Sementara, beban yang akan digantung untuk memeriahkan UPP Asian Games 2018 bisa mencapai 50 ton.
Erick mengatakan, dalam konsep yang lebih modern sudah banyak yang membuat beban tersebut digantung di atap stadion. Itu dilakukan supaya tidak merusak rumput stadion yang bakal digunakan untuk menggelar pertandingan sepak bola dan atletik nantinya.
"Empat crane itu akan membantu beban Stadion Utama. Dalam konsep modern baru secara internasional, penyelenggaraan acara di stadion tidak boleh merusak rumput lapangan sehingga konsepnya nanti menggantung," kata Erick.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggunaan crane itu juga sesuai dengan arahan yang diberikan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga menjabat sebagai Kepala Dewan Pengarah Kepanitiaan Asian Games 2018. Salah satu arahannya juga terkait efisiensi anggaran untuk UPP yang sebelumnya ditaksir mecapai 85 juta dollar AS.
"Setelah diefisienkan berkurang menjadi sekitar 40 juta dollar AS yang menjadi tanggung jawab Wishnutama. Itu juga sudah termasuk acara pawai obor. Kalau yang sebelumnya kan hanya untuk pembukaan dan penutupan," jelas Erick.
Namun, ia menyebut jangan berharap semua sponsor memberikan bantuan dana. Beberapa juga memberikan barang sebagai bantuannya.
"Ini masih kami sisir ulang. Misalnya dari 361 yang memberikan baju dan sepatu untuk panitia. Begitu juga Ssangyong dan Swiss Timing yang kasih barang, bukan uang tunai,” tutupnya.