KILAS BALIK
Misteri Ronaldo Kejang-kejang di Piala Dunia 1998
CNN Indonesia
Rabu, 12 Jul 2017 07:00 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Minggu sore pada 12 Juli 1998, Mario Zagallo sedang harap-harap cemas di hotel tempat timnas Brasil menginap. Beberapa jam sebelum final Piala Dunia 1998 di Stade de France, bintang andalan Brasil, Ronaldo, mengalami kejang-kejang.
Semuanya bermula ketika skuat timnas Brasil makan siang di Chateau de Grande Romaine, Lesigny. Setelah itu skuat Brasil kembali ke kamar masing-masing, termasuk Ronaldo yang berbagi kamar dengan Roberto Carlos.
Tidak lama berselang, dikutip dari The Guardian, Ronaldo mengalami kejang-kejang dan busa keluar dari bagian mulutnya. Roberto Carlos pun teriak ketakutan. Edmundo dan Cesar Sampaio menjadi dua pemain Brasil yang tiba di lokasi kejadian.
“Ketika saya melihatnya, saya putus asa. Kejadiannya sangat kuat dan pemandangannya mengejutkan. Ronaldo kejang-kejang, dia memukul dirinya sendiri, dan mulutnya berbusa,” ujar Edmundo yang langsung mengetuk seluruh kamar hotel untuk meminta bantuan.
Setelah Sampaio memberikan pertolongan pertama medis, dokter timnas Brasil Lidio Toledo kemudian masuk ke kamar Ronaldo. Di momen itu mantan bintang Barcelona dan Real Madrid tersebut sudah tertidur. Toledo dikabarkan meninggalkan kamar Ronaldo dengan meneteskan air mata.
Ketika Ronaldo terbangun dari tidurnya, seluruh ofisial dan pemain timnas Brasil memutuskan untuk tidak memberitahu Ronaldo apa yang terjadi. Ronaldo bangun dan minum teh. Adalah tim dokter yang memberitahu Ronaldo dan memutuskan untuk melakukan tes.
Ketika skuat timnas Brasil pergi ke Stade de France untuk menjalani laga final, Ronaldo justru dibawa ke Klinik Lilas di Paris. Ketika itu rumor Ronaldo tidak akan bermain di final sudah beredar. Bahkan Edmundo sudah diplot Zagallo untuk menjadi starter.
Namun, 40 menit sebelum pertandingan final digelar, Ronaldo muncul di Stade de France. Setelah menjalani sejumlah tes, pemain yang merebut dua gelar Piala Dunia bersama Brasil itu dinyatakan fit untuk main.
Alhasil, Ronaldo tidak maksimal sepanjang 90 menit pertandingan. Pergerakannya selalu mampu diantisipasi Frank Leboeuf. Ronaldo pun terlihat tidak bertenaga untuk bermain. Brasil kemudian menelan kekalahan terbesar di Piala Dunia 0-3 (sebelum rekor dipatahkan di Piala Dunia 2014).
Semuanya bermula ketika skuat timnas Brasil makan siang di Chateau de Grande Romaine, Lesigny. Setelah itu skuat Brasil kembali ke kamar masing-masing, termasuk Ronaldo yang berbagi kamar dengan Roberto Carlos.
Tidak lama berselang, dikutip dari The Guardian, Ronaldo mengalami kejang-kejang dan busa keluar dari bagian mulutnya. Roberto Carlos pun teriak ketakutan. Edmundo dan Cesar Sampaio menjadi dua pemain Brasil yang tiba di lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ronaldo tidak berkutik menghadapi Frank Leboeuf di final Piala Dunia 1998. (AFP PHOTO / RABIH MOGHRABI) |
Setelah Sampaio memberikan pertolongan pertama medis, dokter timnas Brasil Lidio Toledo kemudian masuk ke kamar Ronaldo. Di momen itu mantan bintang Barcelona dan Real Madrid tersebut sudah tertidur. Toledo dikabarkan meninggalkan kamar Ronaldo dengan meneteskan air mata.
Perancis menang 3-0 atas Brasil lewat dua gol sundulan Zinedine Zidane dan satu gol Emmanuel Petit. (AFP PHOTO / PATRICK HERTZOG) |
Ketika skuat timnas Brasil pergi ke Stade de France untuk menjalani laga final, Ronaldo justru dibawa ke Klinik Lilas di Paris. Ketika itu rumor Ronaldo tidak akan bermain di final sudah beredar. Bahkan Edmundo sudah diplot Zagallo untuk menjadi starter.
Ronaldo terlihat tidak bertenaga ketika tampil di final Piala Dunia 1998. (AFP PHOTO / PATRICK HERTZOG) |
Alhasil, Ronaldo tidak maksimal sepanjang 90 menit pertandingan. Pergerakannya selalu mampu diantisipasi Frank Leboeuf. Ronaldo pun terlihat tidak bertenaga untuk bermain. Brasil kemudian menelan kekalahan terbesar di Piala Dunia 0-3 (sebelum rekor dipatahkan di Piala Dunia 2014).
Barisan Teori Konspirasi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
Ronaldo tidak berkutik menghadapi Frank Leboeuf di final Piala Dunia 1998. (AFP PHOTO / RABIH MOGHRABI)
Perancis menang 3-0 atas Brasil lewat dua gol sundulan Zinedine Zidane dan satu gol Emmanuel Petit. (AFP PHOTO / PATRICK HERTZOG)
Ronaldo terlihat tidak bertenaga ketika tampil di final Piala Dunia 1998. (AFP PHOTO / PATRICK HERTZOG)
Ronaldo yang jadi pemain terbaik dunia di tahun 1997 harus puas sebagai runner up Piala Dunia 1998. (AFP PHOTO / AFP POOL / GABRIEL BOUYS)
Ronaldo saat menghadiri sidang investigasi terkait kontroversi final Piala Dunia 1998. (Foto: REUTERS)