Penghormatan Tiga Hari untuk Choirul Huda

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Selasa, 17/10/2017 19:28 WIB
Penghormatan Tiga Hari untuk Choirul Huda Penghormatan terakhir untuk kiper Persela Lamongan Choirul Huda akan dilakukan selama tiga hari ke depan. (ANTARA FOTO/Rahbani Syahputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Liga Indonesia Baru (LIB) berencana untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Choirul Huda, kiper Persela Lamongan, selama tiga hari ke depan.

Choirul meninggal pada Minggu (15/10) sore, tidak lama setelah bertabrakan dengan rekan setimnya, Ramos Rodrigues dalam pertandingan melawan Semen Padang. Di akhir pertandingan, Persela menang 2-0.

"Rencananya mulai besok dari 18-20 Oktober, semua tim akan gunakan jersey khusus yang kami siapkan," kata Chief Operating Officer (COO) PT LIB, Tigor Shalomboboy yang ditemui CNNIndonesia.com di Kantor PT LIB, Selasa (17/10).


Choirul Huda merupakan legenda sepak bola Lamongan. Persela Lamongan, menjadi klub profesional satu-satunya yang pernah dibela.Choirul Huda merupakan legenda sepak bola Lamongan. Persela Lamongan, menjadi klub profesional satu-satunya yang pernah dibela. (ANTARA FOTO/Rahbani Syahputra)
"Jadi sebelum pertandingan akan ada mengheningkan cipta selama satu menit dan semua menggunakan jersey khusus untuk menghormati almarhum Choirul Huda," tambahnya.

Selama tiga hari mendatang, pemain yang bertanding di kompetisi Liga 1 akan masuk ke lapangan dengan menggunakan jersey berwarna kuning dengan tulisan pada bagian depan nama Choirul Huda dan nomor 1 di bagian dada.

Kuning adalah warna kostum yang dikenakan Choirul sebelum meninggal. Ini juga jersey yang kerap digunakan kiper 38 tahun itu ketika tampil membela Persela.

Choirul Huda harus meregang nyawa tak lama setelah berbenturan dengan rekan satu timnya Ramon Rodrigues.Choirul Huda harus meregang nyawa tak lama setelah berbenturan dengan rekan satu timnya Ramon Rodrigues. (ANTARA FOTO/Rahbani Syahputra)
Setelah sesi foto, pemain akan berjalan ke area lingkaran tengah lapangan untuk mengheningkan cipta selama satu menit. Baju khusus tersebut kemudian dikembalikan ke bangku cadangan, sebelum kick-off.

"Kami tak pernah berhenti untuk selalu mengajak semua pihak terlepas dari semua kejadian yang ada. Kami berharap ini proses untuk bersama-sama mulai dari awal untuk jadi lebih baik lagi dan berada di kualitas tertinggi," ujar Tigor.

"Dan, kami berharap partisipasi dari semua pihak karena kami tak bisa bekerja sendirian. Klub, pemain, ofisial, wasit, media, bahkan publik sendiri itu harus berikan dukungan dan berpikiran positif sedang dalam jalur yang benar," ujarnya menambahkan. (jun)