PT LIB Gelar Pelatihan Medis Sebelum Liga 1 2018 Bergulir

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Selasa, 17/10/2017 20:55 WIB
PT LIB Gelar Pelatihan Medis Sebelum Liga 1 2018 Bergulir PT LIB bakal mewajibkan pelatihan medis bagi pemain sebelum kompetisi Liga 1 2018 bergulir. (ANTARA FOTO/Rahbani Syahputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Liga Indonesia Baru (LIB) berencana untuk menggelar workshop atau pelatihan medis kepada pemain di awal tahun atau sebelum kompetisi Liga 1 2018 bergulir.

Pelatihan medis ini bertujuan agar setiap pesepak bola memiliki pengetahuan medis, setidaknya penanganan pertama terhadap cedera pemain di lapangan. Ini untuk menantisipasi insiden meninggalnya kiper Persela Lamongan Choirul Huda, akhir pekan lalu.

Chief Operating Officer (COO) PT LIB, Tigor Shalomboboy menjelaskan, kali terakhir pihaknya menggelar workshop serupa pada tiga tahun lalu. Saat itu ia mencoba mengumpulkan semua dokter tim, namun tidak semua hadir.


"Di situ [workshop] memang ada ahli atau dokter-dokter khususnya olahraga. Mungkin mendatang kami juga akan undang Komite Medis PSSI untuk jadi pembicara di workshop itu," kata Tigor kepada CNNIndonesia.com di Kantor PT LIB, Selasa (17/10).

Nyawa Choirul Huda tak tertolong tak lama sesudah berbenturan dengan rekan setimnya sendiri.Nyawa Choirul Huda tak tertolong tak lama sesudah berbenturan dengan rekan setimnya sendiri. (ANTARA FOTO/Rahbani Syahputra)
"Mungkin perlu dilakukan beberapa hari. Misalnya ada sedikit simulasi ketika ada cedera di lapangan, alat-alat mana saja yang harus dimiliki, obat-obatan yang mesti dipunyai oleh setiap tim itu sendiri."

"Dan yang penting bagi kami adalah, ini masih dalam wacana: Kalau tidak ada dokter tim, pertandingan tidak bisa dimulai. Ini untuk menjamin lah bahwa pertandingan ini juga risikonya dapat dibilang aman dari sisi medis serta layak dari sisi teknis," katanya menambahkan.

Pelatihan tersebut, lanjut Tigor, rencananya akan dihelat antara Desember 2017 dan Januari 2018. Di periode itulah Tigor akan mengundang seluruh perwakilan klub yang bersifat wajib.
Insiden meninggalnya Choirul Huda membuka mata semua pihak akan pentingnya pengetahuan penanganan pertama saat cedera di lapangan.Insiden meninggalnya Choirul Huda membuka mata semua pihak akan pentingnya pengetahuan penanganan pertama saat cedera di lapangan. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Senada, Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono menganggap pentingnya edukasi pertolongan pertama untuk pemain. Menurut Joko, edukasi medis tidak boleh berhenti untuk dilakukan setiap tahun karena selalu ada tantangan dan perkembangan terkait regulasi medis dari FIFA.

"Menurut saya, kasus kemarin menjadi penting. Dan kami berharap betul apa yang dilakukan Komite medis dalam satu dua pekan ke depan akan jadi bahan buat course atau kursus," ucap Joko.

"Kontennya seperti apa? Menurut saya studi kasus jadi penting. Rasanya dokter tim Persela dan Rumah Sakit jadi penting untuk memberikan testimoni dan berbagi terkait insiden kemarin," ucapnya melanjutkan.

Joko sendiri memprediksi workshop tersebut lebih baik dilaksanakan pada Januari 2018, ketika semua klub sudah memiliki komposisi tim yang pasti untuk musim depan.