Nova Arifianto
Separuh suporter, separuh reporter. Sempat memperkuat beberapa stasiun televisi sebelum hijrah ke CNNIndonesia.com

Pertandingan Dini, Bukan Laganya yang Terlarang

Nova Arifianto, CNN Indonesia | Rabu, 14/02/2018 09:20 WIB
Pertandingan Dini, Bukan Laganya yang Terlarang Persija Jakarta harus membagi fokus antara Piala Presiden 2018 dan Piala AFC 2018. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Generasi 90-an, seperti saya, mungkin pernah akrab atau setidaknya sekadar tahu sinetron 'Pernikahan Dini' yang memiliki lagu tema berjudul sama buatan Melly Goeslaw. Lebih kurang penggalan liriknya seperti judul artikel di atas.

Tidak sedang ingin membicarakan Sahrul Gunawan dan Agnes Monica serta pernak-pernik kisah asmara yang melingkupi cerita sinetron tersebut. Saya lebih ingin membahas sepak bola nasional yang ternyata prestasinya tidak jauh berbeda di masa kini maupun di masa sinetron 'Pernikahan Dini' tayang pada awal 2000-an.

Hampir dua dekade berlalu belum ada gelar bergengsi yang bisa dibanggakan pecinta sepak bola nasional. Di level Asia Tengara, Timnas Indonesia yang dielu-elukan itu masih akrab dengan laga final tapi tak bersahabat dengan gelar juara.


Tidak adil jika menjustifikasi tiada perubahan dalam sepak bola nasional. Salah satu bentuk perubahan ada di penyelenggaraan liga sepak bola Indonesia.
Persija menjalani leg kedua semifinal Piala Presiden dua hari sebelum tampil di Piala AFC 2018.Persija menjalani leg kedua semifinal Piala Presiden dua hari sebelum tampil di Piala AFC 2018. (Dok. Persija)
Nama liga, aturan, dan regulasi adalah beberapa yang kerap berubah di dunia lapangan hijau Tanah Air. Selain itu perubahan dalam dua tahun terakhir juga ditandai dengan keberadaan sebuah turnamen yang menjadi pembeda sepak bola Indonesia, baik jika dibandingkan dengan masa lalu, maupun jika dikomparasikan dengan negara lain.

Turnamen yang saya maksud adalah turnamen pramusim bertajuk Piala Presiden. Turnamen yang pada awalnya dimaksudkan untuk menggairahkan sepak bola dalam negeri yang dikenai sanksi FIFA pada 2015, kemudian kembali diselenggarakan pada 2017 dan 2018.

Ketika liga lokal berhenti, kejuaraan dengan hadiah trofi dari kayu itu mungkin bisa menghidupkan geliat sepak bola nasional yang kala itu lesu darah. Namun, ketika kompetisi kembali bergulir, Piala Presiden memiliki efek lain.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, salah satu dampaknya adalah bentrok jadwal yang dialami Bali United dan Persija Jakarta yang merupakan dua wakil Indonesia di kompetisi antarklub Asia.
Piala Presiden 2018 tetap menjadi turnamen pramusim yang dibutuhkan.Piala Presiden 2018 tetap menjadi turnamen pramusim yang dibutuhkan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Bali United terpaksa memecah kekuatannya ketika mengikuti fase grup Piala Presiden 2018 karena harus menjalani pertandingan kualifikasi Liga Champions Asia. Jadwal bentrok Bali United bersambung ketika Serdadu Tridatu berlaga di semifinal. Di saat harus menghadapi Sriwijaya FC pada 11 dan 14 Februari, Fadhil Sausu dan kawan-kawan dijadwalkan berjumpa Yangon United pada 13 Februari di fase grup Piala AFC.

Permasalahan serupa juga ditemui Macan Kemayoran. Tim asuhan Stefano Cugurra mengalami bentrok jadwal di fase semifinal Piala Presiden menghadapi PSMS Medan pada 10 dan 12 Februari, yang berdekatan dengan matchday pertama Piala AFC menghadapi Johor Darul Ta'zim, pada 14 Februari.

Selain Bali United dan Persija, sebelumnya PSM Makassar juga tidak bisa tampil maksimal lantaran menjalani fase grup Piala Presiden berbarengan dengan turnamen pramusim mandiri yang mereka laksanakan di Makassar.

Selain bertumpuknya jadwal tanding dengan agenda klub, tingkat persaingan klub yang cukup tinggi di Piala Presiden memaksa para pemain tampil dengan tenaga penuh, bukan lagi separuh atau 3/4 tenaga yang selayaknya digunakan untuk partai-partai pemanasan.
Bali United menjalani Piala Presiden dan Piala AFC 2018 hanya dalam waktu dua hari.Bali United menjalani Piala Presiden dan Piala AFC 2018 hanya dalam waktu dua hari. (Dok. Persija)
Mengambil contoh Piala Presiden 2018 yang digelar bulan Januari atau sekitar dua bulan setelah Liga 1 2017, itu artinya para pemain hanya memiliki waktu istirahat yang cukup singkat.

Bahkan di luar negeri, sebutlah kompetisi top Eropa seperti Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Perancis, Belanda dan lain-lain, para pemain mendapat waktu istirahat yang cukup lama dari akhir kompetisi yang biasanya tiba pada bulan Mei dan baru berlangsung lagi pada bulan Agustus.

Di sela waktu dari Mei hingga Agustus, kesebelasan-kesebelasan asing memang memainkan laga uji tanding, tetapi tingkat persaingannya tidak setinggi Piala Presiden yang menuntut para pemain segera mencurahkan energi sejak awal turnamen berlangsung.

Kesiapan pemain pun akan berjalan seiring dengan kesiapan klub. Dengan kebiasaan bongkar pasang pemain yang cukup ekstrem di Indonesia, para pelatih butuh waktu cukup lama untuk membentuk tim dengan anggota-anggota baru.

Untuk kasus pembentukan sinergi pemain, Piala Presiden mungkin menjadi sarana yang tepat. Terlebih hingga kini kompetisi resmi Indonesia masih belum jelas waktu kickoff-nya. Tetapi dalam pembentukan cara main tersebut, sebuah kesebelasan peserta Piala Presiden juga dibebani harapan dan ekspektasi suporter yang tentunya ingin melihat tim kesayangannya meraih kejayaan. Padahal kompetisi sesungguhnya baru akan dimulai ketika liga berjalan.
Kompetisi Liga 1 2018 hingga kini belum jelas waktu kickoff-nya.Kompetisi Liga 1 2018 hingga kini belum jelas waktu kickoff-nya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Di sisi lain permasalahan klasik berupa ketersediaan stadion masih menimbulkan masalah tersendiri. Musim ini masih ada sejumlah klub yang belum memastikan markas untuk laga kandang Liga 1 2018. Ketiadaan stadion kandang sedikit banyak turut menambah beban klub atau setidaknya memecah fokus tim yang harus mencari lokasi tanding sembari menjalani laga Piala Presiden.

PSMS dan Persija pun melangkah ke empat besar Piala Presiden dengan hambatan ketiadaan stadion kandang yang sedianya digunakan dalam semifinal berformat home and away.

Permasalahan lain yang muncul dan sudah menjadi 'kebiasaan' dalam turnamen pramusim yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi adalah jam pelaksanaan pertandingan. Demi nama rating yang maha agung, maka panitia penyelenggara atau operator pertandingan harus meminta persetujuan pihak televisi penyedia siaran langsung terkait waktu kick-off.

Tanpa siaran langsung televisi, greget sebuah kejuaraan atau kompetisi tampaknya memang berkurang. Terima kasih atas slot waktu yang diberikan pihak stasiun televisi di Indonesia, tapi mohon diingat atlet-atlet sepak bola itu memiliki kebutuhan biologis yang berbeda dengan artis-artis pengeruk rating.

Piala presiden mungkin tetap bisa menjadi ajang prestisius tanpa mengganggu jadwal istirahat dan agenda masing-masing klub dengan berubah sebagai turnamen yang berjalan seiring dengan penyelenggaraan liga, yang serupa dengan Piala Indonesia atau Copa Indonesia di masa lalu.

Saya tidak anti terhadap penyelenggaraan Piala Presiden yang dapat menjadi alternatif persiapan kesebelasan sebelum berlaga di kompetisi yang sesungguhnya, namun saya menyayangkan jika ada bentrok jadwal dengan kompetisi level kontinen dan ketidaksiapan beberapa klub dalam menghadapi turnamen pramusim.

Kembali mengacu pada lagu tema sinetron 'Pernikahan Dini', maka Piala Presiden ibarat pertandingan dini yang harus dijadwalkan secara tepat dan bijak.

Pertandingan dini

Bukan laganya yang terlarang

Hanya waktu saja belum tepat merasakan semua...
LEBIH BANYAK DARI KOLUMNIS