4 Drama di Leg Kedua Perempat Final Liga Champions

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Kamis, 12/04/2018 12:10 WIB
4 Drama di Leg Kedua Perempat Final Liga Champions Duel Real Madrid lawan Juventus menghadirkan drama di leg kedua perempat final. (REUTERS/Susana Vera)
Jakarta, CNN Indonesia -- Leg kedua perempat final Liga Champions telah selesai dengan menghadirkan sejumlah drama sengit yang bakal dikenang untuk waktu yang lama.

Real Madrid, Bayern Munchen, Liverpool, dan AS Roma jadi empat tim yang meraih tiket menuju babak semifinal. Mereka berhasil menyisihkan Juventus, Sevilla, Manchester City, dan Barcelona.

Dalam perjuangan menuju semifinal, tersaji sejumlah drama yang membuat duel leg kedua perempat final ini sangat menarik.


Berikut sejumlah drama yang tersaji di leg kedua perempat final Liga Champions:

1. Penalti Real Madrid dan Kartu Merah Buffon

Juventus mampu memberikan tekanan pada Real Madrid saat mereka unggul 3-0 dan membuat agregat sama kuat 3-3. Namun di menit-menit akhir, Cristiano Ronaldo sukses mencetak gol penalti yang membawa Real Madrid ke babak semifinal.

Juventus gagal mempertahankan keunggulan 3-0 karena penalti Cristiano Ronaldo di akhir pertandingan.Juventus gagal mempertahankan keunggulan 3-0 karena penalti Cristiano Ronaldo di akhir pertandingan. (REUTERS/Stringer)
Buffon melakukan protes keras terhadap keputusan wasit Michael Oliver. Buffon menganggap kontak antara Mehdi Benatia dan Lucas Vazquez tidak layak dihukum penalti.

Buffon kehilangan ketenangan dan terus meluapkan kekesalan hingga akhirnya ia dikartu merah wasit. Wojciech Szczesny masuk menggantikan Gonzalo Higuain tetapi akhirnya gagal menahan penalti Ronaldo.

2. Gol Offside Leroy Sane

Manchester City sedang unggul 1-0 atas Liverpool saat Leroy Sane menceploskan bola ke gawang Liverpool di pengujung babak pertama.

Tetapi wasit Antonio Mateu tidak mengesahkan gol tersebut lantaran Sane dinilai dalam posisi offside. Dari tayangan ulang Sane memang dalam posisi offside, namun bola yang datang berasal dari gelandang Liverpool James Milner sehingga seharusnya Sane tidak offside.

Gol Leroy Sane yang dianulir jadi titik penting untuk Liverpool.Gol Leroy Sane yang dianulir jadi titik penting untuk Liverpool. (Foto: REUTERS/Andrew Yates)
Pep Guardiola marah besar terhadap peristiwa itu sehingga ia harus diusir ke tribune penonton. Setelah pertandingan Guardiola menyebut situasi bisa saja berubah bila gol Sane disahkan dan Manchester City menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0. Manchester City akhirnya kalah 1-2 di Stadion Etihad dan 1-5 dalam agregat keseluruhan.

3. Momen Magis AS Roma Taklukkan Barcelona

AS Roma menjamu Barcelona dengan kondisi tertinggal 1-4. Hampir tak ada yang percaya AS Roma bisa lolos dengan kondisi tersebut. Tetapi pada akhirnya, Roma memutarbalikkan prediksi tersebut.

Edin Dzeko, Daniele De Rossi, dan Kostas Manolas bergantian menjebol gawang Marc Andre ter Stegen untuk membawa Roma menang 3-0.

Roma benar-benar dominan di laga tersebut dan berhasil menekan Barcelona sepanjang pertandingan. Sebaliknya Lionel Messi tak punya kemampuan untuk menolong Barcelona dari kekalahan.

AS Roma jadi wakil Italia di semifinal Liga Champions.AS Roma jadi wakil Italia di semifinal Liga Champions. (REUTERS/Alberto Lingria)
4. Kartu Merah Joaquin Correa

Sevilla yang kalah 1-2 dari Bayern Munchen di Ramon Sanchez Pizjuan pada leg pertama berusaha tampil menekan di Allianz Arena. Tetapi hingga laga memasuki menit ke-90 kedudukan masih 0-0.

Deret Drama di Leg Kedua Perempat Final Liga Champions
Situasi itu membuat Joaquin Correa frustrasi. Saat gelandang Javi Martinez menguasai bola, Correa langsung melanggar Martinez dengan sengaja menendang gelandang timnas Spanyol itu. Wasit William Collum tanpa ampun memberikan kartu merah langsung untuk Correa. (nva)