Skuat Persebaya Aman dari Bom di Surabaya

Surya Sumirat, CNN Indonesia | Minggu, 13/05/2018 13:29 WIB
Skuat Persebaya Aman dari Bom di Surabaya Yohanes Pahabol salah satu pemain asal Papua di Persebaya yang melaksanakan ibadah saat terjadinya bom Surabaya. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc/18)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajemen Persebaya Surabaya bersyukur beberapa pemainnya yang melaksanakan ibadah hari Minggu (13/5) aman dari serangan bom gereja di Surabaya.

Saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Manajer Persebaya Chairul Basalamah mengatakan tidak ada pemainnya yang berada di lokasi terjadinya insiden bom tersebut.

Usai mendengar adanya bom yang terjadi di beberapa gereja di Kota Surabaya, manajemen langsung bergerak cepat mengonfirmasi kabar para pemainnya yang tengah menjalankan ibadah hari Minggu.


Pemain-pemain yang dikonfirmasi itu seluruh pemain asal Papua, Oktavianus Fernando, Otavio Dutra, Robertino Pugliara, dan David Da Silva. Termasuk juga pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera.

Manajemen Persebaya akan mengikuti arahan kepolisian terkait laga melawan Persib akhir pekan depan.Manajemen Persebaya akan mengikuti arahan kepolisian terkait laga melawan Persib akhir pekan depan. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
"Sudah kami cek, syukur aman semua. Kebetulan mereka tidak ada di gereja-gereja yang terkena bom," ujar Chairul kepada CNNIndonesia.com.

Menurut manajemen Persebaya insiden bom tersebut tidak menghentikan aktivitas teknis tim. Persebaya akan tetap melanjutkan latihan pada Senin (14/5), setelah libur pada Sabtu (12/5) dan Minggu (13/5).

"Untuk reaksi atau respons bom Surabaya, karena masih hangat sekali besok baru kami bahas di rapat. Kami juga menunggu arahan presiden klub [Azrul Ananda]," Chairul menjelaskan.

"Tapi [pasti ada] mengheningkan cipta sebelum match lawan Persib [Sabtu, 19/5]," Chairul menambahkan.

Menurut Chairul Basalamah aktivitas latihan Persebaya tidak terganggu dengan bom Surabaya.Menurut Chairul Basalamah aktivitas latihan Persebaya tidak terganggu dengan bom Surabaya. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Chairul menuturkan, rapat pada Senin besok juga akan membahas pertandingan kandang di kompetisi Liga 1 2018 melawan Persib di Stadion Gelora Bung Tomo. Namun manajemen Bajul Ijo tetap pasrah jika nantinya pihak Polda Jawa Timur meminta pengunduran jadwal sebagai imbas adanya bom di Surabaya.

"Kami pastinya mengikuti arahan dari kepolisian," Chairul menuturkan.

Sampai berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur mengonfirmasi ada delapan orang tewas dan 38 lainnya luka-luka dari ledakan di tiga gereja di Surabaya. Sebanyak empat orang tewas di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Utara, dua orang dekat Gereja Kristen Indonesia Diponegoro, dan dua lainnya di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno. (sry)