Mengenal Aries Susanti Rahayu, 'Spiderwoman' Indonesia

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Rabu, 16/05/2018 23:54 WIB
Mengenal Aries Susanti Rahayu, 'Spiderwoman' Indonesia Aries Susanti Rahayu menilai julukan Spiderwoman layak diberikan kepada tim panjat tebing Indonesia. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Atlet panjat tebing Indonesia, Aries Susanti Rahayu, mengharumkan nama Indonesia dengan satu medali emas yang ia raih melalui nomor speed di Kejuaraan Dunia IFSC di Chongqing, China, Minggu (6/5).

Aries dan rombongan tim panjat tebing Indonesia tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dari China pada Rabu (16/5) sore. Kedatangan mereka langsung disambut Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) Imam Nahrawi.

Dalam ajang uji coba jelang Asian Games 2018 tersebut, Aries mampu mengalahkan pemanjat asal Rusia, Elena Timofeeva, dengan catatan waktu 7,51 detik. Atas prestasinya itu, Aries dijuluki 'Spiderwoman' alias Laba-laba Wanita dari Indonesia.


Mengenai julukan yang disematkan masyarakat pecinta olahraga Indonesia kepada Aries, perempuan berusia 23 tahun tersebut menanggapinya dengan tertawa.

"Saya terserah dengan yang kasih julukan saja. Menurut saya, julukan itu buat kami semua buat timnas panjat tebing Indonesia. Semua Spiderwoman," kata atlet asal Grobogan, Jawa Tengah, tersebut yang ditemui di Bandara Soetta.

Mengenal Aries Susanti Rahayu, 'Spiderwoman' IndonesiaAries Susanti sudah yakin Indonesia bisa juara dunia sejak persiapan. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Selain Aries, tim panjat tebing Indonesia juga menyumbang satu medali perak dari Aspar Jaelolo dan medali perunggu dari Puji Lestari.

Kepada para awak media, Aries membeberkan kunci prestasi tim panjat tebing Indonesia. Ia merasa materi latihannya sudah sama dengan level internasional dan negara lain.

"Jadi kami punya keyakinan bisa juara dunia. Kami sudah berlatih keras," katanya menambahkan.

Mengenal Aries Susanti Rahayu, 'Spiderwoman' Indonesia
Bagi Aries, kekuatan negara-negara di IFSC World Cup Chongqing merata. Akan tetapi untuk Asian Games 2018, Aries menilai ada tiga negara yang berat dikalahkan.

"China, Iran, Kazakhstan. Kami tak remehkan lawan, tapi tetap semua pesaing berat. Saya harap bisa menampilkan yang terbaik di Asian Games 2018," ucap Aries.

"Untuk persiapannya [Asian Games 2018], kemungkinan sama seperti kemarin. Latihan keras dan benar, tidak puas sampai di sini. Ke depan akan banyak prestasi lain, kami berusaha menampilkan yang terbaik," ucapnya melanjutkan.

Mengenal Aries Susanti Rahayu, 'Spiderwoman' IndonesiaKemenpora akan memberikan bonus bagi atlet panjat tebing yang berprestasi di kejuaraan dunia. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Sementara itu pelatih Timnas Panjat Tebing Indonesia, Caly Setiawan, tahu betul tentang popularitas yang dialami Aries. Laki-laki lulusan University of Northern Colorado ini lantas akan mengevaluasi agar popularitas itu tidak jadi beban psikologis bagi Aries maupun tim.

"Mau tidak mau ya, kami berusaha menetralkan dan membagi beban itu ke tim semua. Jadi strategi kami begitu. Kalau tidak, kasihan dia [Aries]," ujar Caly.

Lebih lanjut, Caly juga mengungkapkan target tim panjat tebing Indonesia untuk Asian Games 2018.

"Secara formal, kami ditargetkan dua emas dari nomor speed," ujarnya kembali.

Prestasi Aries mendapat apresiasi dari Menpora RI Imam Nahrawi yang mengaku sedang mempersiapkan bonus atlet panjat tebing berprestasi di ajang tersebut.

"Dapat [bonus] kok, tapi nominalnya belum saya umumkan. Karena begini, ini bagian dari rangkaian try out. Jadi semua yang mereka lakukan ujungnya Asian Games," tutur Menpora.

"Atas kenyataan itu, tentu kami tetap memberikan dukungan kepada mereka. Ya tentu saya mendoakan semoga mereka dalam kondisi prima sampai Asian Games 2018. Saya minta pada federasi panjat tebing tadi, harus bertahan bahkan lebih baik di Asia," tuturnya lagi. (sry/jun)