Sandy Walsh Bandingkan SUGBK dengan Stadion Heysel

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Kamis, 31/05/2018 18:02 WIB
Sandy Walsh Bandingkan SUGBK dengan Stadion Heysel Sandy Walsh membandingkan SUGBK dengan Stadion King Baoudoin atau Heysel. (REUTERS/Pascal Rossignol)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bek Zulte Waregem Sandy Walsh mencoba membandingkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dengan Stadion Heysel atau yang kini bernama Stadion King Baoudoin.

Menurut Sandy SUGBK merupakan stadion yang indah dan juga yang terbesar di Indonesia karena memiliki kapasitas hampir 80 ribu kursi.

Kemegahan SUGBK itu dianggap setara dengan Stadion Heysel yang pernah menggelar laga final Liga Europa, yang dulu bernama Piala UEFA, antara Juventus ve Liverpool pada 1985 yang berakhir ricuh.


"Stadion GBK hanya bisa dibandingkan dengan Stadion Nasional Belgia, Heysel," ucap Sandy melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (31/5).

Atmosfer SUGBK bisa mengalahkan suasana Stadion Heysel.Atmosfer SUGBK diyakini Sandy bisa mengalahkan suasana Stadion Heysel. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Meski belum pernah bermain atau menonton pertandingan di SUGBK, namun Sandy yakin stadion yang dulunya bernama Stadion Utama Senayan itu akan lebih hebat dibanding Heysel, terutama saat menggelar laga.

"Tapi saya pikir ketika Stadion GBK penuh dengan atmosfer yang luar biasa, itu tidak bisa dibandingkan dengan stadion mana pun yang ada di Belgia atau di Belanda," Sandy menambahkan.

Sandy Walsh Bandingkan SUGBK dengan Stadion Heysel
Sejauh ini pemain 23 tahun tersebut hanya mengetahui SUGBK dari internet dan juga unggahan-unggahan netizen.

Pemain kelahiran Brusels, Belgia itu mengakui Indonesia memiliki suporter sepak bola yang luar biasa. Hal itu juga yang menjadi salah satu alasan dirinya ingin dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan bisa membela Timnas Indonesia suatu hari nanti.

Sandy menyukai SUGBK karena besar dan memiliki atmosfer luar biasa.Sandy menyukai SUGBK karena besar dan memiliki atmosfer luar biasa. (Screenshoot via Instagram/@sandywalsh)
"Saya sangat menyukai SUGBK. Stadion yang sangat indah. Terlihat begitu besar dengan atmosfer yang luar biasa," kata Sandy Walsh.

SUGBK dibangun pada masa kepemimpinan Presiden pertama Republik Indonesia Sukarno yang dipersiapkan untuk menggelar Asian Games 1962. Pada awalnya, GBK memiliki kapasitas mencapai 110 ribu penonton, karena beberapa kali renovasi kini kapasitas SUGBK berkurang menjadi sekitar 76 ribu-an. (sry/har)