Timnas Rusia Lepas Ketegangan dengan Main 'Video Game'

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Kamis, 14/06/2018 19:56 WIB
Timnas Rusia Lepas Ketegangan dengan Main 'Video Game' Timnas Rusia melepas ketegangan, salah satunya dengan bermain video game jelang melakoni Piala Dunia 2018. (REUTERS/Maxim Shemetov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah pemain timnas Rusia berusaha melepas ketegangan sebelum menghadapi Arab Saudi di laga pembuka Piala Dunia 2018 dengan bermain video game.

Kedua kesebelasan tersebut akan bertanding di Stadion Luzhniki pukul 22.00 WIB pada Kamis (14/6). Laga tersebut dapat disaksikan secara langsung melalui saluran Trans TV.

"Jelang hari pertandingan pertama, semua berjalan seperti biasanya. Kami makan malam, mengobrol, main biliar, playstation, dan hal lainnya," kata gelandang Timnas Rusia, Aleksandr Samedov, dalam konferensi pers jelang pertandingan itu seperti yang dikutip dari situs FIFA.


Agar tampil maksimal dan semakin mengetahui kekuatan lawan, Samedov mempersiapkan diri dengan menyaksikan rekaman pertandingan persahabatan timnas Arab Saudi lawan timnas Jerman dan Italia.

Timnas Arab Saudi kalah dengan skor 1-2 lawan Jerman dalam laga persahabatan di hadapan kurang lebih 30 ribu penonton Bay Arena pada 8 Juni 2018. Mereka juga kalah dengan skor yang sama saat lawan Italia di hadapan sekitar 10 ribu penonton Kybunpark pada 28 Mei 2018.

Kendati begitu, Samedov tetap waspada dengan kekuatan Timnas Arab Saudi. "Mereka bermain sangat taktis dan kami yakin bisa mengatasi permainan mereka," katanya menambahkan.

Sementara itu pelatih Timnas Rusia Stanislav Cherchesov mengatakan setiap pemainnya memiliki ritual masing-masing jelang lawan Arab Saudi.

Timnas Rusia berusaha melepas ketegangan dengan melakukan aktivitas hiburan seperti maun video game. (Timnas Rusia berusaha melepas ketegangan dengan melakukan aktivitas hiburan seperti maun video game. (Foto: REUTERS/Leonhard Foeger)
"Ada yang mengelap sepatu mereka, sementara yang lain melakukan pekerjaan yang berbeda. Semua berjalan dengan baik," ucap Chechesov.

"Kondisi psikologis tim kami sangat baik jelang lawan timnas Arab Saudi, kami siap untuk bekerja. Anda bisa lihat pertandingan kami lawan Turki. Kami berlatih dengan baik usai pertandingan itu," ucapnya melanjutkan.

Timnas Rusia bermain imbang dengan skor 1-1 lawan Turki dalam laga persahabatan di hadapan 30 ribu penonton VEB Arena pada 5 Juni 2018. Satu-satunya gol dari Rusia dicetak Samedov pada menit ke-35, sedangkan gol tunggal Turki disumbang gelandang Yunus Malli pada menit ke-59.

Rusia pertama kali tampil di Piala Dunia pada 1958 ketika masih menjadi sebuah negara komunis di Eurasia bernama Uni Soviet. Pencapaian terbaik mereka selama Piala Dunia adalah berada di peringkat keempat pada 1966.

Arab Saudi Optimistis Kalahkan Rusia

Sementara itu, kapten timnas Arab Saudi, Osama Hawsawi, optimistis lolos babak penyisihan Grup A Piala Dunia Rusia 2018.

Timnas Arab Saudi menjalani laga perdana dalam Piala Dunia 2018 melawan Rusia di Stadion Luzhniki pukul 22.00 WIB pada Kamis (14/6). Pertandingan tersebut dapat disaksikan secara langsung melalui saluran Trans TV.

Timnas Arab Saudi optimistis mengalahkan timnas Rusia di laga pembuka Piala Dunia 2018. (REUTERS/Anton Vaganov)
Laga tersebut sekaligus membuka turnamen sepak bola antarnegara terbesar di dunia edisi ke-21 itu.

"Kami senang menjadi bagian dari pembukaan ajang paling penting di dunia ini. Dalam pertandingan persahabatan yang kami jalani, kami menunjukkan performa tinggi. Buktinya adalah pertandingan melawan Jerman," kata Hawsawi dalam konferensi pers jelang pertandingan lawan Rusia seperti yang dikutip dari situs FIFA.

Dalam laga persahabatan lawan Timnas Jerman, Arab Saudi kalah dengan skor 1-2 di hadapan 30 ribu penonton Bay Arena pada 8 Juni 2018. Satu-satunya gol dari Arab Saudi dicetak gelandang Taisir Jabir Al Jassim pada menit ke-84.

"Tim Saudi adalah kompetitor kuat di Asia. Ambisi kami adalah untuk lolos babak ini [Grup A Piala Dunia 2018]," katanya menambahkan.

Mohamed Al Sahlawi menjadi andalan di timnas Arab Saudi. (Mohamed Al Sahlawi menjadi andalan di timnas Arab Saudi. (REUTERS/Faisal Al Nasser)
Pelatih timnas Arab Saudi, Juan Anontio Pizzi, uga merasa bersemangat bertanding di laga pembuka. Demikian halnya dengan seluruh anggota tim The Green One.

"Kami ingin bermain dengan menampilkan penampilan yang terbaik dan membuat masyarakat Arab Saudi senang," ucap Pizzi.

Lebih lanjut, Pizzi mengungkapkan gaya bermain Timnas Arab Saudi dalam Piala Dunia 2018. Ia mengatakan The Green Falcons memiliki gaya bertanding yang keras di lapangan.

"Kami ingin tampil baik dari segi taktik dan fisik. Jika kami bermain seperti ini, kami biasanya mendapat hasil yang baik," ucapnya melanjutkan.

Selain itu, Pizzi juga menilai setiap tim memiliki tekanan yang sama dalam menjalani Piala Dunia 2018. "Kami pun demikian. Tapi di sisi lain itu memotivasi kami, terutama melawan tim tuan rumah," ujar pelatih berusia 50 tahun ini.

Pizzi pun berpendapat Timnas Rusia menjadi tim yang paling sulit dihadapi dalam Piala Dunia 2018. Timnas Arab Saudi, lanjutnya, fokus menghadapi mereka.

"Kami yakin kunci kesuksesan di Piala Dunia adalah fokus pada setiap pertandingan yang dihadapi. Dan sekarang di dalam pikiran saya hanya ada Rusia. Mungkin pertandingan pertama ini adalah yang tersulit bagi kami di Piala Dunia 2018," ujarnya kembali.

Ini adalah kali kelima bagi timnas Arab Saudi mengikuti Piala Dunia. Pencapaian terbesar mereka dalam Piala Dunia adalah mencapai babak 16 besar pada 1994. (bac)