ANALISIS

Bukan Lini Depan, Pertahanan Brasil yang Mengerikan

Vetriciawizach, CNN Indonesia | Senin, 02/07/2018 13:18 WIB
Bukan Lini Depan, Pertahanan Brasil yang Mengerikan Thiago Silva akan mengawal lini pertahanan Brasil dalam laga melawan Meksiko. (REUTERS/Carl Recine)
Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Brasil menghadapi babak 16 Besar Piala Dunia 2018 melawan Meksiko di Samara Arena, Senin (2/7), dengan percaya diri setelah mereka baru kebobolan satu gol di turnamen tersebut.

Lini pertahanan ini memang tak banyak dibicarakan dan kalah oleh drama-drama Neymar, tapi sesungguhnya bisa menjadi kekuatan yang akan membawa Brasil melangkah jauh.


Bukan Lini Depan, Pertahanan Brasil yang Mengerikan

Dalam beberapa edisi Piala Dunia terakhir, tim yang memiliki lini pertahanan yang kokoh-lah yang pada akhirnya keluar menjadi juara, ketimbang yang tajam di depan.


Jerman hanya kebobolan empat kali pada tujuh pertandingan di Piala Dunia 2014, sementara Spanyol hanya dua kali memungut bola dari gawang di Piala Dunia 2010. Italia juga hanya dua kali kebobolan ketika juara Piala Dunia 2006.

Brasil ketika menjuarai Piala Dunia 2002 juga punya cerita serupa. Hanya timnas Inggris yang berhasil membobol gawang mereka sepanjang turnamen.
Casemiro yang bermain sebagai gelandang bertahan akan diandalkan untuk meredam serangan Meksiko. Casemiro yang bermain sebagai gelandang bertahan akan diandalkan untuk meredam serangan Meksiko. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)
Di bawah pelatih Tite, Brasil sendiri menjadi tim yang piawai dalam menerapkan strategi bertahan. Dalam 28 pertandingan terakhir, termasuk di babak kualifikasi Piala Dunia 2018, mereka hanya kebobolan delapan kali.

Bahkan dalam lima pertandingan persahabatan jelang Piala Dunia mereka sama sekali tak kebobolan. Padahal dalam lima laga itu Brasil menghadapi Inggris yang memiliki Harry Kane, Kroasia dengan Mario Mandzukic dan Ivan Perisic, serta Jerman yang dibela Thomas Mueller.

Timnas Brasil ketika merayakan keberhasilan mencetak gol ke gawang Kosta Rika. Timnas Brasil ketika merayakan keberhasilan mencetak gol ke gawang Kosta Rika. (REUTERS/Lee Smith)
Salah satu faktor kekuatan Brasil adalah kehadiran Casemiro dan Paulinho di lini tengah. Casemiro yang berposisi sebagai gelandang bertahan mampu menjadi tameng yang melindungi duet bek tengah Miranda dan Thiago Silva. Sementara itu, Paulinho punya kemampuan bertahan dan menyerang yang sama bagusnya.

Seperti dicatatkan Whoscored, Casemiro sendiri mencatatkan rataan 3,7 tekel per pertandingan sementara Thiago Silva 1,3 tekel per laga dalam Piala Dunia kali ini.

Rataan Casemiro ini merupakan yang tertinggi ke-10 dari seluruh pemain yang turun di Piala Dunia.

Selain kekuatan lini pertahanan, Brasil juga masih memiliki Alisson Becker yang sangat sukar ditembus. Penjaga gawang AS Roma ini bahkan dipuji oleh Claudio Taffarel, kiper yang membawa Brasil juar Piala Dunia 1994, sebagai Pele di bawah mistar gawang.

[Gambas:Video CNN]

Lini pertahanan ini baru benar-benar akan diuji ketika berhadapan dengan Meksiko di 16 Besar Piala Dunia 2018.

Satu-satunya gol yang bersarang di gawang Brasil di Piala Dunia 2018 ini diciptakan oleh tandukan Steven Zuber di laga melawan Swiss, sementara ketika berhadapan dengan Kosta Rika serta Serbia mereka menang 2-0.

Hanya saja, gol Zuber itu menunjukkan masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Thiago Silva dan kawan-kawan, terutama untuk menghadapi Meksiko yang lebih cepat dan eksplosif.

Gol Zuber tercipta dari skema sepak pojok. Zuber dengan mudah dan tidak terkawal menanduk bola ke gawang Alisson.

Duet Countinho-Neymar

Namun Brasil tentu bukan hanya kekuatan lini pertahanan. Kehadiran Neymar, Philippe Coutinho, Gabriel Jesus, Willian, hingga Roberto Firmino membuat Tim Samba salah satu tim yang berkelimpahan di lini depan.

Di laga melawan Meksiko nanti, Tite bisa jadi menggunakan Firmino untuk menggantikan Jesus yang tak kunjung menunjukkan performa terbaik.

Firmino yang punya pergerakan baik di kotak penalti akan mengendorkan penjagaan Meksiko pada Neymar sehingga bintang Paris Saint Germain itu bisa lebih leluasa menciptakan peluang.

Sementara jika terjadi kebuntuan, Coutinho yang bergerak masuk dari sayap kiri bisa menguji kiper Guillermo Ochoa dengan tendangan dari luar kotak penalti.
Kombinasi Neymar dan Philippe Coutinho akan diandalkan untuk menciptakan peluang ke lini pertahanan Meksiko.Kombinasi Neymar dan Philippe Coutinho akan diandalkan untuk menciptakan peluang ke lini pertahanan Meksiko. (REUTERS/Max Rossi)
Di laga penentuan fase grup melawan Serbia, Coutinho juga tampil cemerlang dengan menjadi pengatur serangan. Ia kemudian mengirimkan umpan terukur yang berbuah gol Paulinho.

Kemampuan memberikan umpan terobosan ini bisa berarti penting seandainya Meksiko memilih bermain bertahan, seperti yang ditunjukkan ketika melawan Jerman.

Satu hal yang bisa merusak permainan dan perjalanan Brasil adalah kartu kuning.

Neymar, Casemiro, Coutinho telah menerima satu kartu kuning dan berpeluang gagal main di perempat final jika kembali menerima hukuman serupa.

Hal ini bisa dimanfaatkan oleh para pemain Meksiko dengan memprovokasi dan memancing ketiganya bermain kasar.

Neymar yang sempat bermain emosional melawan Kosta Rika perlu berhati-hati jika tak ingin menyesal. (sry)