Lini pertahanan ini memang tak banyak dibicarakan dan kalah oleh drama-drama Neymar, tapi sesungguhnya bisa menjadi kekuatan yang akan membawa Brasil melangkah jauh.
Dalam beberapa edisi Piala Dunia terakhir, tim yang memiliki lini pertahanan yang kokoh-lah yang pada akhirnya keluar menjadi juara, ketimbang yang tajam di depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Brasil ketika menjuarai Piala Dunia 2002 juga punya cerita serupa. Hanya timnas Inggris yang berhasil membobol gawang mereka sepanjang turnamen.
Casemiro yang bermain sebagai gelandang bertahan akan diandalkan untuk meredam serangan Meksiko. (REUTERS/Kai Pfaffenbach) |
Timnas Brasil ketika merayakan keberhasilan mencetak gol ke gawang Kosta Rika. (REUTERS/Lee Smith) |
Seperti dicatatkan Whoscored, Casemiro sendiri mencatatkan rataan 3,7 tekel per pertandingan sementara Thiago Silva 1,3 tekel per laga dalam Piala Dunia kali ini.
Rataan Casemiro ini merupakan yang tertinggi ke-10 dari seluruh pemain yang turun di Piala Dunia.
Selain kekuatan lini pertahanan, Brasil juga masih memiliki Alisson Becker yang sangat sukar ditembus. Penjaga gawang AS Roma ini bahkan dipuji oleh Claudio Taffarel, kiper yang membawa Brasil juar Piala Dunia 1994, sebagai Pele di bawah mistar gawang.
[Gambas:Video CNN]
Lini pertahanan ini baru benar-benar akan diuji ketika berhadapan dengan Meksiko di 16 Besar Piala Dunia 2018.
Satu-satunya gol yang bersarang di gawang Brasil di Piala Dunia 2018 ini diciptakan oleh tandukan Steven Zuber di laga melawan Swiss, sementara ketika berhadapan dengan Kosta Rika serta Serbia mereka menang 2-0.
Hanya saja, gol Zuber itu menunjukkan masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Thiago Silva dan kawan-kawan, terutama untuk menghadapi Meksiko yang lebih cepat dan eksplosif.
Gol Zuber tercipta dari skema sepak pojok. Zuber dengan mudah dan tidak terkawal menanduk bola ke gawang Alisson.
Duet Countinho-Neymar
Namun Brasil tentu bukan hanya kekuatan lini pertahanan. Kehadiran Neymar, Philippe Coutinho, Gabriel Jesus, Willian, hingga Roberto Firmino membuat Tim Samba salah satu tim yang berkelimpahan di lini depan.Di laga melawan Meksiko nanti, Tite bisa jadi menggunakan Firmino untuk menggantikan Jesus yang tak kunjung menunjukkan performa terbaik.
Firmino yang punya pergerakan baik di kotak penalti akan mengendorkan penjagaan Meksiko pada Neymar sehingga bintang Paris Saint Germain itu bisa lebih leluasa menciptakan peluang.
Sementara jika terjadi kebuntuan, Coutinho yang bergerak masuk dari sayap kiri bisa menguji kiper Guillermo Ochoa dengan tendangan dari luar kotak penalti.
Kombinasi Neymar dan Philippe Coutinho akan diandalkan untuk menciptakan peluang ke lini pertahanan Meksiko. (REUTERS/Max Rossi) |
Kemampuan memberikan umpan terobosan ini bisa berarti penting seandainya Meksiko memilih bermain bertahan, seperti yang ditunjukkan ketika melawan Jerman.
Satu hal yang bisa merusak permainan dan perjalanan Brasil adalah kartu kuning.
Hal ini bisa dimanfaatkan oleh para pemain Meksiko dengan memprovokasi dan memancing ketiganya bermain kasar.
Neymar yang sempat bermain emosional melawan Kosta Rika perlu berhati-hati jika tak ingin menyesal. (sry)

Casemiro yang bermain sebagai gelandang bertahan akan diandalkan untuk meredam serangan Meksiko. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)
Timnas Brasil ketika merayakan keberhasilan mencetak gol ke gawang Kosta Rika. (REUTERS/Lee Smith)
Kombinasi Neymar dan Philippe Coutinho akan diandalkan untuk menciptakan peluang ke lini pertahanan Meksiko. (REUTERS/Max Rossi)