Modric Abaikan Cibiran Soal Tinggi Badan

Vetriciawizach, CNN Indonesia | Minggu, 15/07/2018 04:54 WIB
Luka Modric tak pernah kehilangan kepercayaan diri meski cibiran-cibiran soal tinggi badan kerap kali ditujukan pada dirinya. Luka Modric akan menjadi andalan Timnas Kroasia di final Piala Dunia 2018. (REUTERS/Ivan Alvarado)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapten Kroasia, Luka Modric, mengatakan dalam sepak bola keyakinan dan kepercayaan diri selalu lebih penting ketimbang keunggulan fisik.

Prinsip ini juga yang akan ia pegang pada pertarungan hari Minggu di final Piala Dunia 2018 melawan Prancis.


Dengan tinggi 1,72 meter dan berat 66 kilogram, pengatur serangan Kroasia itu terlihat mungil di antara pemain-pemain lainnya. Namun, ia sukar ditandingi dalam urusan teknik, stamina, dan membaca permainan.
Modric Abaikan Cibiran Soal Tinggi Badan

"Saya selalu mengabaikan ucapan-ucapan soal itu (fisik)," kata Modric kepada wartawan.


"Saya tak pernah meragukan diri saya sendiri, meski dipandang remeh yang lain. Saya selalu yakin saya bisa ke posisi saya saat ini dan syukurlah ini terwujud."

Prancis akan diunggulkan dalam laga final tapi Kroasia akan mengandalkan kekuatan kolektif yang berhasil menopang mereka melewati tiga pertandingan yang berlangsung hingga 120 menit.
Timnas Kroasia ketika merayakan gol Mario Mandzukic. Timnas Kroasia ketika merayakan gol Mario Mandzukic ke gawang Inggris. (REUTERS/Carl Recine)

Banyak pemain Kroasia di generasi saat ini tumbuh besar di masa perang, ketika Yugoslavia runtuh, dan hal itu membantu mereka menguatkan mental.

"Dalam hidup, saya melewati banyak kesukaran," kata Modric yang di masa kecilnya sempat hidup beberapa tahun di tempat pengungsian.

"Yang paling penting adalah tak pernah menyerah dalam situasi apapun. Yakin pada diri sendiri dan menghadapi apapun yang ada di depan."
Luka Modric sering kali mendapatkan cibiran soal tinggi badan.Luka Modric sering kali mendapatkan cibiran soal tinggi badan. (REUTERS/Ivan Alvarado)

Modric kemudian memberikan pujian kepada pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, yang tak hanya membawa Kroasia ke putaran final tapi juga melangkah sejauh mungkin.

"Kami bisa berada di final Piala Dunia adalah karena pengaruh pelatih," kata gelandang berusia 32 tahun itu.


"Ia datang di saat-saat kami kesulitan. Di pertandingan pertama, ia memberikan kami kepercayaan diri dan mengatakan bahwa kami adalah pemain yang bagus."

"Ia memberikan ketenangan dan membangkitkan semangat. Kami senang berada di dekatnya, bukan hanya sebagai pelatih, tapi sebagai manusia." (vws)