Turki Dukung Mesut Oezil Pensiun dari Timnas Jerman

sry, CNN Indonesia | Senin, 23/07/2018 20:12 WIB
Turki Dukung Mesut Oezil Pensiun dari Timnas Jerman Mesut Oezil mendapatkan dukungan dari politisi Turki. (REUTERS/Carl Recine)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengunduran diri gelandang Arsenal Mesut Oezil dari timnas Jerman mendapat dukungan dan pujian dari politisi Turki, negara leluhur pemain 29 tahun itu.

Dikutip dari Deutsche Welle, Menteri Keadilan Turki Abdulhamit Gul dan Menteri Olahraga Turki Mehmet Kasapoglu memuji langkah Oezil yang gantung sepatu dari timnas karena melawan virus fasisme.

"Saya mengucapkan selamat kepada Mesut Oezil yang meninggalkan timnas setelah 'mencetak gol' paling indah melawan virus fasisme," ujar Abdulhamit Gul melalui akun Twitter miliknya seraya mengunggah foto Oezil dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.


Reaksi serupa juga ditunjukkan Mehmet Kasapoglu. Di mata Kasapoglu, pengunduran diri Oezil merupakan salah satu bentuk siakp yang terhormat.

"Kami dengan tulus mendukung sikap terhormat yang telah diambil saudara kita, Mesut Oezil," Kasapoglu menuturkan.

Turki Dukung Oezil Pensiun dari Timnas JermanMesut Oezil disebut memiliki kontribusi besar untuk timnas Jerman. (REUTERS/Eddie Keogh)
Sementara, kondisi sedikit berbeda terjadi di Jerman. Ada yang mendukung keputusan pemain 29 tahun itu, tetapi ada juga yang tetap mencemoohnya. Salah satunya juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel, Ulrike Demmer, yang menilai Oezil telah memberikan banyak kontribusi untuk timnas Jerman.

"Dia adalah pemain sepak bola yang telah berkontribusi banyak untuk tim nasional. Kini dia membuat keputusan yang harus dihormati," ucap Demmer.

Sedangkan Menteri Kehakiman Jerman Katarina Barley mengatakan pensiunnya Oezil dari timnas patut dijadikan pelajaran.

Turki Dukung Oezil Pensiun dari Timnas JermanTetapi ada juga yang menilai Oezil tidak memiliki kontribusi untuk Jerman. (REUTERS/Michael Dalder)
"Ini adalah tanda peringatan ketika seorang pesepakbola besar Jerman seperti Mesut Oezil tidak lagi merasa diinginkan di negaranya karena rasisme, dan tidak merasa diwakili oleh DFB," ujar Barley.

Di lain pihak, Wakil Ketua partai sayap kanan AfD, Wiebke Muhsal, memiliki pandangan berbeda mengenai kontribusi Oezil selama ini.

"Dan dari semua hal, Oezil mengeluh tentang tidak tidak dihormati!? Sejauh ini saya belum bisa mengenali komitmen Oezil untuk Jerman, atau menghormati simbol-simbol identifikasi seperti lagu kebangsaan Jerman," tulis Muhsal melalui akun Twitter. (sry)