Cuitan FIFA Soal Oezil Mundur Dinilai Tak Sensitif

Ahmad Bachrain, CNN Indonesia | Selasa, 24/07/2018 13:39 WIB
Cuitan FIFA Soal Oezil Mundur Dinilai Tak Sensitif Mesut Oezil memilih pensiun dari timnas Jerman karena ia tak tahan lagi dengan isu-isu rasialisme. (REUTERS/Dylan Martinez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Cuitan FIFA selaku badan sepak bola dunia dinilai sejumlah netizen tidak sensitif terkait keputusan Mesut Oezil mundur dari timnas Jerman.

Oezil mundur karena ia sudah tak tahan dengan pernyataan-pernyataan bernada rasialis dari publik Jerman termasuk pejabat federasi sepak bola negara itu yang menyerangnya belakangan ini.

Komentar-komentar tersebut muncul bukan tanpa sebab. Publik Jerman sempat bereaksi keras usai pemain Arsenal itu dan rekan setimnya di Der Panzer, Ilkay Guendogan, berfoto bersama Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, beberapa waktu sebelum Piala Dunia 2018.


Pemain berdarah Turki tersebut pun merasa semakin mendapat cemoohan bernada rasialis setelah timnas Jerman gagal lolos di fase grup Piala Dunia 2018.

Mesut Oezil memilih pensiun dari timnas Jerman usai Piala Dunia 2018. (Mesut Oezil memilih pensiun dari timnas Jerman usai Piala Dunia 2018. (Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach)
Beberapa saat setelah Oezil menyatakan pensiun melalui akun Twitter, FIFA memberikan atas keputusan pemain 29 tahun itu.

"Mesut Oezil telah menentukan waktu [pensiun] atas karier internasional dia bersama Jerman."

"Selamat telah menjadi bagian dari sejarah Piala Dunia dan mengenakan seragam itu [timnas Jerman], Mesut [Oezil]," demikian cuitan FIFA melalui akun Twitter resmi mereka.

Tweet FIFA itu lantas mengundang sekitar 305 komentar hingga berita ini diturunkan yang kebanyakan bernada skeptis dari para pengguna Twitter.

Salah satu akun Twitter menganggap FIFA mengabaikan isu yang lebih besar terkait kemunduran Oezil yakni masalah rasialisme di timnas Jerman.

"Ini soal rasialisme dan FIFA hanya sibuk untuk berterima kasih kepada Mesut Oezil atas dedikasinya. Kenapa Anda tidak mencoba mencari tahu soal alasan dia pensiun. Amat disayangkan," demikian komentar akun Twitter @thatomlegoreng.

Oezil sendiri sebelumnya melontarkan kritikan terhadap sebagian publik Jerman, terutama dari partai sayap kanan yang memiliki standar ganda terhadap para pesepakbola keturunan imigran di sana.

"Orang-orang dengan latar belakang diskriminatif tidak seharusnya memimpin federasi sepak bola di dunia yang memiliki para pemain dari keluarga dengan dua keturunan."

"Sikap seperti mereka sama sekali tidak mencerminkan pemain yang mewakili tim tersebut. Di mata [Presiden DFB Reinhard] Grindel dan para pendukungnya, saya Jerman ketika kami menang tapi saya imigran ketika kami kalah," terang Oezil dalam surat terbuka yang diunggah di akun Twitternya.

[Gambas:Video CNN] (jun)