Agen Mesut Oezil Sebut Bos Munchen Bodoh

Jun Mahares, CNN Indonesia | Selasa, 24/07/2018 14:11 WIB
Agen Mesut Oezil Sebut Bos Munchen Bodoh Mesut Oezil pensiun dari timnas Jerman. (REUTERS/John Sibley)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saga pengunduran diri Mesut Oezil dari timnas Jerman masih berlanjut. Sang agen pemain, Dr Erkut Sogut, mencaci Presiden Klub Bayern Munchen, Uli Hoeness, sebagai sosok idiot.

Oezil memutuskan pensiun dari timnas Jerman karena merasakan diskriminasi dari Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) atas pertemuannya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Mei lalu.

Gelandang serang Arsenal itu tak terima jika foto bersama dengan Erdogan dan kompatriotnya, Ilkay Guendogan, dianggap sebagai pertemuan bermuatan politis.


"Di mata [Presiden DFB Reinhard] Grindel dan para pendukungnya, saya Jerman ketika kami menang tapi saya imigran ketika kami kalah," terang Oezil dalam surat terbuka yang diunggah di akun Instagram pribadinya.

Mesut Oezil dianggap sebagai pemain malas.Mesut Oezil dianggap sebagai pemain malas. (REUTERS/Dylan Martinez)
Keputusan Oezil mendapat respons pedas dari Hoeness. Ia bahkan menyebut Oezil seharusnya sejak lama tidak masuk dalam daftar timnas Jerman karena permainan 'malas' di lapangan. Terlebih lagi Hoeness menyebut penampilan Oezil sebagai sampah.

"Terakhir kali ia melakukan tekel sukses sebelum Piala Dunia 2014. Dan sekarang, dia dan performa sampahnya bersembuyi di balik foto ini," kata Hoeness dikutip Bild.

Sogut pun tak tinggal diam mendengar komentar Hoeness. Menurutnya, komentar Hoeness tak tepat sasaran. Alih-alih menanggapi persoalan rasial, bos Bayern itu malah menyerang penampilan Oezil di lapangan.

Selepas Piala Dunia 2018, Mesut Oezil memangkas jatah libur dan bergabung dalam tur pramusim Arsenal.Selepas Piala Dunia 2018, Mesut Oezil memangkas jatah libur dan bergabung dalam tur pramusim Arsenal. (REUTERS/Tony O'Brien)
"Komentar dari Tuan Hoeness benar-benar tidak tepat sasaran, karena hal itu tidak ada hubungannya dengan sepak bola. Dia mencoba mengalihkan perhatian dari masalah sebenarnya, isu rasialisme dan diskriminasi di Jerman, yang sekali lagi bangkit dalam masyarakat Jerman sehari-harinya," kata Sogut dikutip Metro.

Sogut menilai Oezil menerima kritik para suporter dengan lapang dada. Namun, persoalan utamanya adalah perilaku rasial dari DFB terkait foto bersama Erdogan di mana Oezil juga berdarah Turki.

"Seperti yang dikatakan Mesut di pernyataannya, dia menerima kritik yang wajar dan adil dari sisi sepak bolanya, dan menghadapi hal itu sebagai bagian dari pekerjaannya."

"Namun, Tuan Hoeness bahkan tidak dapat menyajikan bukti nyata untuk mendukung pernyataan bodohnya yang sungguh dibesar-besarkan." (bac)