Marquez: Valentino Rossi Masih Sangat Berbahaya

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Minggu, 29/07/2018 16:52 WIB
Marquez: Valentino Rossi Masih Sangat Berbahaya Marc Marquez tak mau menganggap remeh kehadiran Valentino Rossi. (REUTERS/Fabrizio Bensch)
Jakarta, CNN Indonesia -- Marc Marquez punya keunggulan besar di pertengahan musim MotoGP 2018. Namun ia menegaskan tetap waspada dengan para pesaing, termasuk Valentino Rossi yang ada di posisi kedua.

Marquez saat ini ada di posisi puncak klasemen dengan nilai 165 poin. Ia unggul 46 poin dari Rossi yang ada di posisi kedua. Dengan keunggulan besar tersebut, Marquez kembali jadi pebalap favorit untuk memenangkan MotoGP 2018.


"Pebalap yang ada di posisi kedua adalah pebalap yang paling berbahaya, dan itu adalah Valentino Rossi, kemudian ada Maverick Vinales yang ada di posisi ketiga."


Valentino Rossi tertinggal 46 angka dari Marc Marquez di MotoGP 2018.Valentino Rossi tertinggal 46 angka dari Marc Marquez di MotoGP 2018. (Foto: REUTERS/Fabrizio Bensch)
"Banyak yang berkata bahwa Yamaha sedang tidak berada dalam kondisi bagus, namun di setiap seri mereka mampu finis podium, bahkan finis 2-3. Mereka punya potensi dan kami harus waspada," kata Marquez seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Marquez tak mau disebut sebagai favorit lantaran masih ada 10 seri tersisa di musim ini. Pebalap bernomor 93 itu mengaku sudah menyelesaikan liburan dan siap kembali fokus menghadapi paruh kedua MotoGP 2018.
Marquez: Valentino Rossi Masih Sangat BerbahayaMarc Marquez  telah mengoleksi empat gelar juara dunia MotoGP. (REUTERS/Fabrizio Bensch)
"Saya dalam kondisi bagus, begitu juga dengan kondisi fisik. Saya berlatih dengan baik dan saya siap menghadapi paruh kedua dengan kondisi fisik yang sempurna. Hal itu tentu saja sangat penting," tutur Marquez.


Marquez adalah bintang baru di dunia MotoGP. Sejak naik kelas ke MotoGP pada 2013, Marquez empat kali jadi juara dunia MotoGP di lima musim perdana yang ia ikuti. Seri MotoGP 2018 berikutnya akan berlangsung di Automotodrom, Brno, Rep.Ceko pada 5 Agustus mendatang. (ptr)