Pogba Sudah Siap Dicemooh Jika Gagal Penalti Lawan Leicester

Nova Arifianto, CNN Indonesia | Sabtu, 11/08/2018 05:16 WIB
Pogba Sudah Siap Dicemooh Jika Gagal Penalti Lawan Leicester Paul Pogba menjadi pemain pertama yang mencetak gol di Liga Inggris 2018/2019. (Reuters/Andrew Boyers)
Jakarta, CNN Indonesia -- Paul Pogba menjadi pembuka kemenangan Manchester United atas Leicester City dalam laga perdana Liga Inggris 2018/2019 di Stadion Old Trafford, Jumat (10/8) waktu setempat.

Gelandang Prancis yang didaulat sebagai kapten Man United itu menjadi eksekutor penalti pada menit ketiga setelah wasit Andre Marriner menunjuk titik putih karena handsball Daniel Amartey.

Tidak seperti tendangan 12 pas pada umumnya, eksekusi penalti Pogba cukup menyita waktu karena ancang-ancang yang jauh dan langkah pendek yang diambil sang pemain sebelum menyepak bola dengan kaki kanannya.


Mantan pemain Juventus itu menyatakan apa yang dilakukannya sudah direncanakan dan merupakan salah satu upaya untuk merusak konsentrasi kiper lawan.

"Itulah gaya saya dalam mengambil penalti, saya selalu melakukannya. Saya tahu itu lama, itu bisa mengganggu kiper tapi begitulah saya mengambil penalti. Yang paling penting bolanya masuk, karena kalau tidak saya sudah tahu apa yang saya akan dengar setelahnya," ujar Pogba dilansir dari Skysports.

Pogba Sudah Siap Terima Cemoohan Jika Gagal Penalti Paul Pogba langsung dimainkan Manchester United setelah liburan setelah mengikuti Piala Dunia. (REUTERS/Darren Staples)
Pemain yang pernah tergabung dalam akademi Man United itu juga mengaku tidak ada eksekutor penalti utama di Man United kendati Jose Mourinho telah menyebutkan pemain-pemain yang dipercaya menendang penalti.

"Kami tidak memiliki satu pemain [penendang penalti]. Manajer memliki nama-nama tapi semua tergantung pada apa yang kami rasa. Saya memutuskan untuk mengambilnya [penalti melawan Leicester], saya termasuk dalam salah satu penendang dan di laga selanjutnya saya bisa menyerahkannya kepada Alexis [Sanchez], itu tidak masalah. Yang paling penting adalah kemenangan," jelas Pogba.

Pemain 25 tahun itu tampil sebagai salah satu sosok vital bagi Man Unite dalam laga menghadapi Leicester. Sebelum diganti Marouane Fellaini pada menit ke-84, Pogba melakukan 91 sentuhan, 54 umpan sukses dari 68 kali percobaan, memenangi dua duel udara, dua tekel, dan berhasil melakukan dua intersep.

Sempat dikabarkan tidak sejalan dengan Mourinho sejak musim lalu dan dikait-kaitkan dengan klub lain di bursa transfer, Pogba menyiratkan ingin tetap berada di Man United dan meraih gelar juara Liga Inggris.

"Saya belum sepenuhnya melupakan Piala Dunia. Saya tahu itu adalah kejuaraan yang besar, itu akan tetap berada di pikiran saya, tapi saya ingin memenangi semua trofi. Saya belum pernah meraih gelar juara Liga Primer. saya belum pernah juara Liga Champions, saya belum pernah juara Piala Eropa masih ada yang ingin saya menangi," ungkap Pogba. (nva)