Gelandang Prancis yang didaulat sebagai kapten Man United itu menjadi eksekutor penalti pada menit ketiga setelah wasit Andre Marriner menunjuk titik putih karena handsball Daniel Amartey.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itulah gaya saya dalam mengambil penalti, saya selalu melakukannya. Saya tahu itu lama, itu bisa mengganggu kiper tapi begitulah saya mengambil penalti. Yang paling penting bolanya masuk, karena kalau tidak saya sudah tahu apa yang saya akan dengar setelahnya," ujar Pogba dilansir dari Skysports.
Paul Pogba langsung dimainkan Manchester United setelah liburan setelah mengikuti Piala Dunia. (REUTERS/Darren Staples) |
"Kami tidak memiliki satu pemain [penendang penalti]. Manajer memliki nama-nama tapi semua tergantung pada apa yang kami rasa. Saya memutuskan untuk mengambilnya [penalti melawan Leicester], saya termasuk dalam salah satu penendang dan di laga selanjutnya saya bisa menyerahkannya kepada Alexis [Sanchez], itu tidak masalah. Yang paling penting adalah kemenangan," jelas Pogba.
Pemain 25 tahun itu tampil sebagai salah satu sosok vital bagi Man Unite dalam laga menghadapi Leicester. Sebelum diganti Marouane Fellaini pada menit ke-84, Pogba melakukan 91 sentuhan, 54 umpan sukses dari 68 kali percobaan, memenangi dua duel udara, dua tekel, dan berhasil melakukan dua intersep.
"Saya belum sepenuhnya melupakan Piala Dunia. Saya tahu itu adalah kejuaraan yang besar, itu akan tetap berada di pikiran saya, tapi saya ingin memenangi semua trofi. Saya belum pernah meraih gelar juara Liga Primer. saya belum pernah juara Liga Champions, saya belum pernah juara Piala Eropa masih ada yang ingin saya menangi," ungkap Pogba. (nva)
Paul Pogba langsung dimainkan Manchester United setelah liburan setelah mengikuti Piala Dunia. (REUTERS/Darren Staples)