Bulutangkis yang dipertandingkan sejak Asian Games 1962 menjadi tambang medali bagi kontingen Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tan Joe Hok menjadi generasi peraih emas pertama Indonesia di cabang olahraga bulutangkis Asian Games. (CNN Indonesia / Putra Permata Tegar Idaman) |
Surutnya perolehan medali Indonesia di Asian Games tidak lepas dari kehadiran China yang mulai turut serta bertanding di cabang olahraga bulutangkis sejak 1974.
Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari menjadi salah satu penyumbang emas Indonesia di Asian Games 2014. (ANTARA FOTO/Saptono) |
Merah Putih kembali berkibar di podium tertinggi bulutangkis pada 1994. Sejak 24 tahun lalu, setidaknya ada satu emas yang disumbangkan atlet-atlet pelatnas Cipayung di ajang Asian Games.
Total pencapaian Indonesia di Asian Games dari cabang olahraga bulutangkis sejak 1962 adalah 26 medali emas, 25 perak, dan 40 perunggu.
Bintang-bintang Peraih Emas
Atlet-atlet bulutangkis top Indonesia dari berbagai generasi pernah menjadi penyumbang medali emas di Asian Games.
Setelah era Joe Hok dan Retno Koestijah pada 1962, muncul jago-jago bulutangkis dari berbagai sektor seperti Christian Hadinata, Liem Swie King, Imelda Wiguna/Verawaty Fajrin, Icuk Sugiarto, Hariyanto Arbi, Ricky Subagja/Rexy Mainaky, Taufik Hidayat, hingga Hendra Setiawan.
Christian Hadinata menjadi pebulutangkis Indonesia tersukses di Asian Games. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
Anak didik Christian, Ricky/Rexy hampir menyamai prestasi sang pelatih. Keduanya menyabet empat medali emas dari dua perhelatan Asian Games ketika tampil di sektor ganda putra dan menyokong tim beregu putra.
Ada pula beberapa nama besar yang gagal mempersembahkan emas di pesta olahraga Asia. Rudy Hartono yang tenar sebagai juara tunggal putra terbanyak di All England, tidak memiliki catatan emas di sektor tunggal putra. Rudy hanya tercatat turut menjadi bagian dari tim putra yang meraih emas di perhelatan Asian Games 1970.
Serupa dengan Rudy, Susy Susanti yang merupakan salah satu atlet tunggal putri terbaik Indonesia juga gagal menempati podium tertinggi karena gagal di Asian Games 1994 dan 1998.
Cabang Olahraga Lain yang Pernah Jadi Tambang Medali
Selain bulu tangkis yang menyumbang hampir 100 medali untuk Indonesia, ada beberapa cabang olahraga lain yang memiliki kontribusi dalam raihan jumlah medali bagi Indonesia di Asian Games.
Tenis tercatat sebagai cabang olahraga penyumbang medali terbanyak kedua setelah bulutangkis. Total ada 40 medali yang diraih dari lapangan tenis. Ada 14 emas, lima perak, dan 21 medali perunggu yang berhasil diraih petenis-petenis terbaik Merah Putih.
Angelique Widjaja/Wynne Prakusya meraih emas tenis ganda putri pada Asian Games 2002. (AFP PHOTO/Yoo Jae Min) |
Namun sejak 2002 atau setelah Angelique Widjaja/Wynne Prakusya meraih perak dan tim beregu putri meraih emas, tidak ada lagi medali yang diraih dari cabang tenis.
Cabang olahraga renang bernasib lebih buruk ketimbang tenis. Tercatat pernah menyumbang 36 medali yang terdiri dari enam perak dan 30 perunggu, atlet-atlet renang merah putih kemudian absen berada di podium sejak 1990.
Richard Sam Bera, Wirmandi Sugriat dan tim renang putri yang terdiri dari Khim Tjia Fei, Meitri Widya Pangestika, Yen Yen Gunawan, dan Elfira Rosa Nasution menjadi penyumbang medali terakhir dari kolam renang Asian Games.
(jun)
Tan Joe Hok menjadi generasi peraih emas pertama Indonesia di cabang olahraga bulutangkis Asian Games. (CNN Indonesia / Putra Permata Tegar Idaman)
Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari menjadi salah satu penyumbang emas Indonesia di Asian Games 2014. (ANTARA FOTO/Saptono)
Christian Hadinata menjadi pebulutangkis Indonesia tersukses di Asian Games. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Angelique Widjaja/Wynne Prakusya meraih emas tenis ganda putri pada Asian Games 2002. (AFP PHOTO/Yoo Jae Min)