Dalam pertandingan di Jakarta International Equestrian Park, Kamis (23/8), Larasati menempati peringkat ke-11 klasemen akhir dengan nilai 66,715 persen. Medali emas diraih atlet Hong Kong, Jacqueline Wing Ying Siu (77,045 persen), medali perak Mahamad Fathil Qabil Ambak dari Malaysia dengan 76,620 persen, dan medali perunggu diraih Hyeok Kim dari Korea Selatan dengan 75,705 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada waktu lagi mungkin bisa tampil lebih baik," Larasati menambahkan.
Larasati Gading gagal sumbang medali karena minimnya persiapan. (REUTERS/Issei Kato) |
"Tidak merasa [jadi] tuan rumah, karena belum kenal kudanya jadi tidak bisa maksimal. Kudanya dari Denmark," ucap Larasati.
Larasati yang juga mantan model itu kini mulai berpikir untuk pensiun sebagai atlet berkuda.
Dara Ninggar memiliki poin dan peringkat yang lebih baik dari Larasati di nomor tunggang serasi individu gaya bebas. (REUTERS/Issei Kato) |
Atlet yang juga dijuluki ratu berkuda Indonesia itu pun menilai Dara Ninggar Prameswari pantas menjadi penerusnya. Terlebih lagi dalam final tersebut Ninggar memiliki nilai yang lebih baik dari Larasati (67, 925) di posisi ke-10.
"Mbak Larasati selalu kasih saran. Kalau sudah di lapangan melakukan saja yang terbaik tidak usah jadi beban. Target saya selanjutnya masuk Olimpiade," ujar Ninggar. (sry/bac)
Larasati Gading gagal sumbang medali karena minimnya persiapan. (REUTERS/Issei Kato)
Dara Ninggar memiliki poin dan peringkat yang lebih baik dari Larasati di nomor tunggang serasi individu gaya bebas. (REUTERS/Issei Kato)