Yola dan Hendy mampu tampil impresif dan mendapatkan penilaian tertinggi dari dewan juri. Yola dan Hendy mengumpulkan nilai 580, unggul atas Tran Duc Danch dan Le Hong Quan (Vietnam) yang meraih 562 poin serta Hamid Mohd Taqiyuddin dan Nordin Muhammad Afifi (Malaysia) yang mengumpulkan 560 poin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itu kami bersama pelatih memikirkan gerakan baru untuk Asian Games," ucap Yola.
Yola Primadona dan Hendi mampu meraih emas di Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
"Namun kami berpikir bila tidak ada insiden kesabet, maka itu berarti jarak antara kami masih jauh dan kurang rapat. Kami ingin menunjukkan sengitnya pertarungan seni di ganda putra dan itu baru bisa terlihat dengan jarak yang dekat," kata Yola menambahkan.
Yola dan Hendy pun mengaku puas dengan capaian medali emas di nomor ganda putra Asian Games 2018.
"Sangat puas. Saya tak mau berpikir bahwa kami berhasil jadi juara karena status tuan rumah," tutur Yola menegaskan. (bac/jun)
Yola Primadona dan Hendi mampu meraih emas di Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki)