Asian Para Games 2018

Serpihan Bom yang Ubah Jalan Hidup Atlet Asian Para Games

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 12/10/2018 02:55 WIB
Serpihan Bom yang Ubah Jalan Hidup Atlet Asian Para Games Terkena serpihan bom membuat Ali menjadi atlet. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ammar Hadi Ali tengah membetulkan atap rumahnya yang rusak. Namun, tiba-tiba hujan bom datang membombardir negaranya, Irak.

Tak hanya meluluhlantahkan sebagian besar bangunan kota di Irak. Bom itu juga membuat Ali kehilangan fungsi setengah badannya. Mulai dari pinggang sampai ke kaki, lumpuh akibat letusan bom tersebut.

"Kejadiannya di 2007, ketika saya sedang bekerja memasang atap rumah. Tiba-tiba bom meledak tak jauh dari tempat saya berdiri. Akhirnya, saya harus mengalami hal ini," ungkap atlet yang kini berusia 33 itu.


Kondisinya yang tak bisa lagi berjalan diakui Ali sempat membuatnya frustrasi. Ia menganggap masa depannya bakal gelap karena fungsi kakinya tak lagi sempurna seperti sedia kala.

"Apalagi ketika itu saya sedang rajin-rajin mengumpulkan uang untuk menikah. Tapi, setelah kejadian itu saya tidak bisa bekerja lagi," ungkapnya.

Namun, keluarga dan teman-teman selalu memberikan dukungan dan motivasi supaya Ali bisa kembali bangkit dari rasa putus asa di masa-masa suram.

Uluran tangan Tuhan pun datang memberikan cahaya terang bagi jalan hidup Ali. Pada 2009, seorang perwakilan National Paralympic Comitte (NPC) Irak datang menawarkannya untuk menjadi atlet wheelchair fencing (anggar kursi roda), olahraga yang tak pernah dikenal Ali sebelumnya.

Irak menjadi salah satu negara yang kerap dilanda konflik.Irak menjadi salah satu negara yang kerap dilanda konflik. (REUTERS/Erik De Castro)
Sejak saat itu semangat hidup Ali mulai bangkit dan ia terus menekuni olahraga ini yang akhirnya mengubah jalan hidupnya. Selain jadi atlet, Ali juga berprofesi sebagai wiraswasta yang memiliki tempat pembuatan pintu dan jendela.

Berkat anggar kursi roda itu juga Ali bisa berkeliling dunia untuk mengikuti satu kejuaraan ke kejuaraan lainnya. Ali pun kini sudah dikaruniai dua orang putra.

"Alhamdullilah, Allah memang berkehendak lain. Ternyata masa depan saya tidak suram seperti yang pernah saya bayangkan sebelumnya setelah peristiwa bom," ujar Ali, peraih emas nomor epee kategori B di Asian Para Games Guangzhou, China, 2010 itu.

Di Asian Para Games 2018, Ali sudah menyumbangkan satu medali perak di nomor epee dan perunggu di nomor foil. Sedangkan di Asian Para Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, Ali meraih perak di nomor floret. (TTF/sry)