Fakhri Husaini: Timnas Indonesia U-16 Jangan Jadi Selebritas

CNN Indonesia | Kamis, 01/11/2018 19:05 WIB
Fakhri Husaini: Timnas Indonesia U-16 Jangan Jadi Selebritas Timnas Indonesia U-16 diharap tidak jemawa dan merasa seperti selebritas. (Dok. AFC)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Timnas Indonesia U-16 Fakhri Husaini mendukung anak asuhnya gabung klub-klub Liga 1. Namun, ia berpesan pada pemain muda agar tidak terlena dengan popularitas dan merasa seperti selebritas.

Sebanyak enam personel Garuda Asia yang menjalin kontrak dengan Barito Putera usai tampil ciamik di Piala Asia 2018. Mereka adalah Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi, Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri, Yudha Febrian, dan Dandi Maulana Hakim yang resmi bergabung dengan Barito Putera.

Selain itu, David Maulana juga sudah dipastikan berseragam PSMS Medan. Brylian Aldama dan Ernando Ari Sutaryadi ke Persebaya Surabaya serta Andre Oktaviansyah yang memilih PS TIRA sebagai klub barunya.


Fakhri mendukung karier anak asuhnya ke jenjang profesional. Namun, ia berharap pemainnnya terus menambah jam terbang di klub manapun dan terpenting tidak merasa sebagai pemain bintang.

"Cuma satu pesan saya pada saat sebelum pembubaran Timnas U-16, saya minta mereka main di kompetisi apapun. Jangan menganggur apalagi jadi selebritas," kata Fakhri kepada CNNIndonesia.com, Kamis (1/11).

Bagus Kahfi direkrut Barito Putera.Bagus Kahfi direkrut Barito Putera. (Dok. AFC)
Kompetisi, lanjut Fakhri, jadi satu-satunya cara untuk terus mengasah kualitas pemain. Tapi ia berharap skuat asuhannya dimainkan secara bertahap atau sesuai dengan kelompok umurnya.

"Kalau sudah sering menjajal kekuatan tim U-17 atau U-18, tapi belum pernah lawan tim U-19. Ini perlu hati-hati, karena jarak usia U-16 ke U-19 selisihnya tiga tahun. Saya khawatir mereka bisa rentan cedera kalau lawan yang dihadapi tim-tim U-19," ujar mantan pemain Timnas Indonesia tersebut.

Fakhri berharap klub-klub yang merekrut pemain Timnas Indonesia U-16 bisa bijak membina para pemain muda. Sebab tidak semua pemain mampu beradaptasi dengan kompetisi kelompok umur yang lebih tinggi.

"Saya khawatir karena perbedannya signifikan sekali U-16 dengan U-19 dari sisi otot dan segala macam. Sementara mereka [mantan pemain Timnas Indonesia U-16] ini aset kita. Tapi ada juga beberapa pemain yang posturnya hampir sama dengan anak-anak U-19," jelasnya. (TTF/sry)


ARTIKEL TERKAIT