Aji Santoso: Bima Dituntut Prestasi Besar di Piala AFF 2018

CNN Indonesia | Kamis, 15/11/2018 13:56 WIB
Aji Santoso: Bima Dituntut Prestasi Besar di Piala AFF 2018 Bima Sakti menjalankan debut sebagai pelatih di ajang Piala AFF 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan pemain Timnas Indonesia, Aji Santoso, menilai Bima Sakti mengemban tanggung jawab besar sebagai pelatih tim Merah Putih pada Piala AFF 2018.

Bima yang baru ditunjuk menjadi pelatih menggantikan Luis Milla pada 20 hari jelang Piala AFF 2018 gagal membawa Hansamu Yama Pranata dan kawan-kawan meraih kemenangan pada laga pertama setelah dikalahkan Singapura.

Tiga poin baru didapat Timnas Indonesia ketika mengalahkan Timor Leste 3-1 pada laga kedua.


"Sekarang itu tanggung jawabnya coach Bima lebih besar. Coach Bima dituntut menunjukkan dengan prestasi, minimal semifinal atau final orang pasti hargai," tutur Aji dalam wawancara bersama CNNIndonesia.com pada Rabu (14/11).

"Pada Piala AFF kali ini, tim lainnya kuat. Namun sekarang [babak penyisihan Grup], masih ada kesempatan lolos ke fase grup. Peluang besar," tuturnya melanjutkan.

Bima Sakti ketika menjadi asisten pelatih Luis Milla di SEA Games 2017.Bima Sakti ketika menjadi asisten pelatih Luis Milla di SEA Games 2017. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama)
Aji percaya Bima sudah mengerti cara menangani setiap pemain di Timnas Indonesia. Termasuk menjaga emosi pemain agar bisa bermain tenang lawan timnas Thailand di laga ketiga, Sabtu (17/11).

"Memang itu [emosi] harus di jaga, jadi bisa menghindari kartu merah yang seharusnya tidak perlu didapat sehingga menghindari peluang yang dapat membahayakan gawang Timnas Indonesia. Permainan Timnas Indonesia saat ini sudah cepat, dan berkualitas."

Bima Sakti dianggap merasakan tekanan melatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Bima Sakti dianggap merasakan tekanan melatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Sekarang lebih mudah untuk pelatih menunjukan strategi karena sudah dihuni pemain berkualitas. Tapi menghadapi tim-tim berikutnya, seperti Thailand dan lainnya, harus bisa menunjukkan kualitas tim Indonesia." ucap Aji.

Jelang menghadapi Thailand, Aji juga mengenang momen pertemuan Timnas Indonesia dengan tim Gajah Perang pada Piala AFF 18 tahun lalu ketika masih merumput bersama Bima dan Kurniawan Dwi Yulianto.

Pada edisi ketiga Piala AFF, Timnas Indonesia dua kali bertemu Thailand. Pada fase grup dan partai final, skuat Garuda yang dilatih Nandar Iskandar kalah dengan skor identik 1-4.

"Cara permainannya berbeda, build up ke depannya. Perkembangan Thailand begitu pesat, terlihat dari cara bermain para pemainnya," kata Aji.

"Waktu AFF tahun 2000, waktu itu mereka mendominasi permainan dari pada Indonesia. [Timnas Indonesia] sempat mengimbangi. Saat itu, [Thailand] dihuni oleh materi pemain yang sedang top performance. Strikernya kan juga bagus waktu itu, saat itu Kurniawan dan Bima kan juga main," ucap Aji. (nva/ptr)