Indriyanto ingin melihat Timnas Indonesia tidak bermain penuh emosi seperti ketika laga perdana lawan timnas Singapura di Stadion Nasional, Jumat (9/11). Ketika itu, skuat Merah Putih kalah dengan skor 0-1.
Kendati demikian tim asuhan Bima Sakti itu bisa menang di pertandingan selanjutnya lawan Timor Leste dengan skor 3-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (13/11), sehingga asa untuk lolos Grup B tetap terjaga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contohnya seperti pertandingan lawan Singapura. Bagaimana seorang I Putu Gede, pemain timnas, melakukan hal yang tidak seharusnya seperti itu. Seharusnya [Putu Gede] berpikir bagaimana tim kita bisa cetak gol tapi tidak dengan emosi.
Menurut Indriyanto timnas Thailand sudah jauh lebih berkembang. (Thananuwat Srirasant/Lagardere Sport via affsuzukicup.com) |
"Tapi namanya sepak bola, masih bisa di kejar. Tidak ada yang mustahil asal semuanya sesuai jalur, Mas Bima bisa bawa anak-anak sesuai jalur. Emosinya bisa dikontrol, bermainnya [Timnas Indonesia] bisa diperbaiki," ucap Indriyanto.
Puji Andik Vermansah
Jelang pertandingan lawan Timnas Thailand, Indriyanto ingin agar Bima mempertahankan formasi pemain seperti ketika lawan Timor Leste, kecuali Febri Hariyadi. Ia berpendapat Febri bermain kurang baik ketika lawan Timor Leste.
"Maaf saja, [Febri] jelek sekali. Tidak ada kontribusinya di permainan kemarin. Di sisi lain, Andik [Vermansah] luar biasa," ujar Indriyanto.
Febri Hariyadi dinilai tampil kurang baik saat melawan Timor Leste. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Tantangan Bima Sakti
Meski begitu, Indriyanto merasa bangga sahabat dia di Primavera kini menjabat sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Ia menyampaikan agar masyarakat tidak tebruru-buru menilai kinerja Bima.
Menurut Indriyanto timnas Thailand sudah jauh lebih berkembang. (Thananuwat Srirasant/Lagardere Sport via affsuzukicup.com)
Febri Hariyadi dinilai tampil kurang baik saat melawan Timor Leste. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)