Wawancara Eksklusif

Beto Goncalves: Pemain Timnas Indonesia Bukan Robot

CNN Indonesia | Kamis, 15/11/2018 14:30 WIB
Beto Goncalves: Pemain Timnas Indonesia Bukan Robot Beto Goncalves mencetak satu gol saat Timnas Indonesia mengalahkan Timor Leste. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang pertandingan krusial melawan Thailand, Sabtu (17/11), penyerang naturalisasi Alberto 'Beto' Goncalves mengakui kondisi skuat Timnas Indonesia tidak dalam kondisi terbaik untuk tampil di Piala AFF 2018.

Beto menjadi andalan lini depan Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2018. Penyerang berdarah Brasil itu berhasil mewujudkan impiannya memperkuat tim Garuda setelah berkarier satu dekade di Indonesia.

Dalam wawancara eksklusif bersama CNNIndonesia.com jelang keberangkatan ke Thailand, Rabu (14/11), Beto bercerita tentang awal berkarier di Indonesia hingga motivasi memperkuat tim Merah Putih. Berikut hasil wawancara eksklusif :


Bisa diceritakan kronologi Beto ke Indonesia?

Saya sudah lama dengar nama Indonesia, sejak saya di sekolah. Pernah ada orang yang menawarkan kepada saya untuk main di Indonesia pada 2006 tapi batal. Tapi dua tiga tahun sebelumnya saya dengar ada tsunami di Indonesia. Jadi saya takut, takut sekali untuk datang ke Indonesia, jadi batal.

Beto Goncalves gagal mencetak gol saat Timnas Indonesia dikalahkan Singapura.Beto Goncalves gagal mencetak gol saat Timnas Indonesia dikalahkan Singapura. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Sebelum saya ke Indonesia, saya juga mendapat tawaran dari salah satu klub di Korea Selatan. Kami sudah sepakat, saya sudah tanda tangan kontrak setelah mereka melihat saya main di Brasil dan cetak tiga gol.

Waktu itu bulan Oktober mereka minta saya istirahat sebulan, lalu ikut turnamen kecil di Brasil baru datang ke Korea untuk mulai main Januari. Tapi saya pulang ke rumah di Belem, Brasil. Lebih dari sebulan [lewat dari jadwal sebelumnya], orang itu telepon saya terus, tapi saya belum bisa cepat-cepat tinggalkan keluarga saya jadi dia anggap saya tidak serius dan membatalkan kontrak.

Tiba-tiba orang Indonesia yang menawarkan saya main menghubungi lagi, saya tidak ada pilihan lain karena kontrak saya dengan tim Korea batal. Jadi saya saat itu terpaksa memilih Indonesia.

Pertama kali datang ke Indonesia ada gempa, tapi saya aman tidak ada masalah. Saya pikir awalnya Indonesia negatif, pas sampai sini semua itu berubah. Saya lihat Indonesia sangat positif sampai sekarang.

Beto Goncalves saat ini memperkuat Sriwijaya FC.Beto Goncalves saat ini memperkuat Sriwijaya FC. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Apapun yang saya miliki di hidup saya saat ini dari Indonesia, istri, anak, mobil, rumah, segala macam. Makanya saya bangga kerja di Indonesia. Lama-lama saya pikir memang rencana kita ada di tangan Tuhan.

Bagaimana kondisi Timnas Indonesia jelang laga lawan Thailand?

Pasti ada tekanan karena kami sudah tahu kualitas Thailand. Liga mereka bagus, stadion mereka bagus, pokoknya mereka di atas kita.

Saya selalu berpikir dalam sepak bola tidak ada yang mustahil. Pokoknya ketika kita punya peluang, mereka juga punya peluang. Jadi siapa yang paling konsentrasi, semangat mungkin bisa dapat hasil yang positif.

Kita jangan takut, kita harus berani. Meskipun main di sana [Stadion Rajamangala], kita harus agresif juga karena di turnamen seperti ini kita tidak boleh berpikir kalau kita tidak menang hari ini masih ada hari besok. Kita harus berpikir setiap pertandingan adalah final.

Penampilan Timnas Indonesia di dua laga belum memuaskan, beda dengan di Asian Games. Ada apa?

Ini saya juga tidak tahu kenapa, karena sebenarnya tim kita hampir sama. Kinerja coach Bima Sakti hampir sama dengan coach [Luis] Milla, karena coach Bima sudah belajar dengan baik selama jadi asisten coach Milla.

Tapi menurut saya mungkin karena tim lain, seperti Thailand dan Malaysia liga mereka sudah selesai jadi mereka lebih fresh. Tapi coba lihat kita, saya sendiri sudah main di Piala Presiden, Piala Gubernur Kaltim, Liga 1, Asian Games dan sebelum Asian Games ada TC [pemusatan latihan] jadi capek juga.

Apalagi liga masih jalan. Itu mungkin jadi faktor juga. Sudah akhir tahun masih ada liga. Waktu istirahat tidak ada. Lelah ini akumulasi dari satu tahun terakhir jadi semua terasa capek. Kami manusia, bukan robot.

Beto Goncalves berhasil mencetak gol saat Timnas Indonesia mengalahkan Timor Leste.Beto Goncalves berhasil mencetak gol saat Timnas Indonesia mengalahkan Timor Leste. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Kemarin di Asian Games masih ada waktu cukup lama untuk persiapan. Sedangkan persiapan kita untuk Piala AFF cuma seminggu saja. Tim lain, bisa satu bulan persiapan jadi mungkin itu bedanya.

Anda menjadi pemain naturalisasi keempat yang cetak gol buat Timnas Indonesia di Piala AFF, apakah Anda sadar dengan catatan itu?

Saya baru tahu catatan itu. Pemain naturalisasi pasti ada tekanan lebih dari suporter. Mereka [suporter] bilang, 'Kamu pemain naturalisasi jadi harus cetak gol'. Ya, saya mau cetak gol tapi harus ada bantuan dari teman-teman tidak bisa sendiri.

Saat masuk ke lapangan saya tahu fungsi saya untuk cetak gol. Tapi tujuan utama saya buat tim, bukan pribadi. Sebenarnya tekanan dari luar itu mengganggu. Tapi sebagai pemain yang punya pengalaman saya harus terbiasa terhadap segala sesuatu. Kami fokus ke tim saja. Tidak ada pemain yang lebih bagus, semua sama-sama.

Motivasi terbesar Beto saat memperkuat Timnas Indonesia?

Keluarga, anak-anak saya, istri saya yang sedang hamil tiga bulan dan orang tua saya di Brasil. Mereka jadi motivasi sendiri buat saya. Anak-anak saya selalu jadi motivasi.

Kemarin saya juga janji dengan istri saya kalau saya cetak gol saya masukkan bola ke baju saya [menirukan ibu hamil], tapi waktu saya cetak gol [lawan Timor Leste] saya tegang setelah banyak peluang tidak masuk, jadi saya lupa. Tapi walau telat saya ambil bola saya taruh di perut saya. Tapi saya sudah janji lagi kalau di Thailand cetak gol saya pasti akan lakukan itu untuk istri saya. (TTF/har)