Jorge Lorenzo Berharap Ducati Tampil Buruk di MotoGP 2019

CNN Indonesia | Selasa, 20/11/2018 05:20 WIB
Jorge Lorenzo Berharap Ducati Tampil Buruk di MotoGP 2019 Jorge Lorenzo menjalani dua musim MotoGP bersama Ducati. (REUTERS/Lisi Niesner)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jorge Lorenzo yang akan bergabung dengan Honda pada MotoGP 2019 memiliki dua harapan untuk Ducati, tim yang ia bela dalam dua musim terakhir.

Lorenzo menjalani pengalaman baru di MotoGP ketika memutuskan pindah dari Yamaha ke Ducati pada 2018.

Setelah dua tahun bersama Ducati, Lorenzo yang akan berduet dengan Marc Marquez mengucapkan perpisahan dengan pabrikan asal Italia itu di MotoGP Valencia 2018.


"Saya ingin berterima kasih kepada semua. Sebuah kehormatan untuk bekerja dengan tim ini, bahkan di saat yang sulit," ucap Lorenzo dikutip dari tuttomotoriweb.

Lorenzo pun sempat bercanda agar Ducati tidak tampil baik dalam musim yang akan datang.

Jorge Lorenzo menempati peringkat kesembilan dalam MotoGP 2018.Jorge Lorenzo menempati peringkat kesembilan dalam MotoGP 2018. (AFP PHOTO / Mohd RASFAN)
"Sebagai teman, saya mendoakan yang terbaik di masa depan. Sebagai rival, tentunya, saya harap mereka tampil buruk," seloroh Lorenzo.

"Tapi itu tampaknya tidak mungkin karena mereka sangat profesional. Mereka akan terus melanjutkan upaya meraih hasil baik," sambungnya.

Pada musim pertama bersama Ducati, Lorenzo benar-benar kesulitan mengendalikan motor Desmosedici dan hanya finis di peringkat ketujuh pada klasemen akhir.

Musim ini, pebalap asal Spanyol itu mengalami kemajuan dengan meraih tiga gelar juara seri. Namun posisinya di klasemen akhir justru melorot dibanding musim sebelumnya karena cedera dan harus absen dalam empat balapan.

"Kami tidak meraih gelar juara dunia, tapi kami memiliki potensi. Jika kami bersama dalam musim selanjutnya, saya yakin kami bisa meraih target itu," ujar Lorenzo merangkum kebersamaan dengan Ducati.

"Saya kecelakaan dua kali tahun ini dan saya cedera jadi saya tidak beruntung. Ini membuat kami gagal meraih kemenangan lebih banyak. Tapi olahraga ini penuh risiko. Kami telah mengembangkan motor dalam dua tahun, jadi kami patut bangga," tukasnya. (nva/jun)