Laga tersebut belakangan menjadi pertandingan yang paling disorot publik. Rekaman video pertandingan yang beredar di media sosial memang terlihat janggal, terutama eksekusi penalti yang jauh melenceng dari sasaran.
PSMP yang tertinggal 2-3 punya peluang untuk menyamakan skor lewat penalti pada menit ke-87. Namun, Krisna Adi Darma yang ditunjuk sebagai eksekutor gagal mencetak gol. Yang jadi perdebatan, Krisna tampak bersujud di lapangan usai gagal mencetak gol dari titik putih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Khabib Merasa Takjub Umrah di Makkah |
"Itu [pengaturan skor] tidak [betul], kita berpikir yang baik saja. Orang yang di luar mungkin tidak tahu bagaimana, kita berpikir yang baik saja. Tidak usah ke sana dan ke mari bicara yang [tidak-tidak], nanti nama PSMP jadi tidak baik," kata Samsul kepada CNNIndonesia.com pada Jumat (23/11).
Krisna Adi Darma sempat bersujud usai bola eksekusi penaltinya melenceng jauh. (Foto: Courtesy of Liga Indonesia Baru) |
Meski gagal ke semifinal Liga 2, Samsul merasa performa PSMP sudah lebih baik dari setahun belakangan. Hanya mungkin, lanjut dia, faktor keberuntungan saja.
"Banyak orang ingin kami masuk semifinal, tapi semua dari nasib. Yang penting kami sudah berusaha dan kasih yang terbaik buat tim. Untuk tahun ini, Mojokerto lebih bagus dari segi permainan dan individual masing-masing," ucapnya.
Mengenai penyelenggaraan Liga 2 selama ini, Samsul menilai sudah cukup bagus.
"Kalau Stadion di Mojokerto, saya rasa harus dibenahi. Kemarin rumput agak kering, kurang dijaga/disiram atau bagaimana. Untuk stadion mungkin kurang lampu. Itu saja," ujarnya melanjutkan. (map/bac)
Krisna Adi Darma sempat bersujud usai bola eksekusi penaltinya melenceng jauh. (Foto: Courtesy of Liga Indonesia Baru)