Asisten Pelatih Kenang Persija Juara Liga 2001

CNN Indonesia | Kamis, 06/12/2018 12:40 WIB
Asisten Pelatih Kenang Persija Juara Liga 2001 Antonio 'Toyo' Claudio mengenang masa Persija juara Liga di 2001 saat masih menjadi pemain Macan Kemayoran. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selangkah lagi Persija Jakarta menjadi juara Liga 1 2018 bila berhasil mengalahkan Mitra Kukar dalam pertandingan pekan ke-34 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Minggu (9/12).

Persija saat ini berada di peringkat pertama dalam klasemen sementara Liga 1 dengan perolehan 59 poin, unggul satu poin saja dari PSM Makassar. Sedangkan Mitra Kukar ada di urutan ke-14 dengan 39 poin.

Bila berhasil menjadi juara, gelar tersebut menjadi yang pertama bagi Persija sejak 2001. Ya, selama 17 tahun sejak saat itu tim berjulukan Macan Kemayoran ini belum pernah lagi juara.


Salah satu saksi hidup atas kejayaan Persija di masa lalu adalah Antonio Claudio, mantan pemain yang kini menjadi asisten pelatih mendampingi pelatih kepala Stefano 'Teco' Cugurra. Pada 2001, Persija menang atas PSM Makassar dengan skor 3-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 7 Oktober 2001.

Claudio atau yang akrab disapa Toyo bermain dalam laga tersebut sebagai pemain bertahan. Tiga gol Macan Kemayoran dicetak Imran Nahumarury pada menit ketiga dan Bambang Pamungkas (42', 47'), sedangkan dua gol PSM berasal dari Miro Baldo Bento (65') dan Kurniawan Dwi Yulianto (80').

Asisten Pelatih Kenang Persija Juara Liga 2001Antonio 'Toyo' Claudio pernah ikut membawa Persija juara Liga pada 2001 saat menjadi pemain. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
"Alhamdulilah aku bisa punya kebanggaan pernah membawa [trofi juara] saat itu sebagai pemain dan Insyaallah bisa terwujud lagi kembali juara dengan sekarang saya sebagai pelatih," kata Toyo.

"Kalau kami lihat di suasana pada 2001 dengan saat ini hampir sama. Suasana kekeluargaan dan saling menghormati, itu persis seperti 2001. Dan Insyaallah bisa terwujud jadi juara," katanya menambahkan.

Mengenai ketangguhan lini belakang Persija 17 tahun lalu dengan masa kini, Toyo mengatakan tidak ada perbedaan yang signifikan.

"Sama tangguhnya. Dulu kami masih pakai formasi tiga pemain di lini belakang," ujar pria asal Brasil 45 tahun tersebut.

Toyo pun bernazar ingin menggendong piala bila Persija menjadi juara. Lebih dari itu, ia belum ada pikiran.

"Tapi saya selalu salat, selalu meminta restu dari Allah SWT agar selalu diberikan keselamatan, kekuatan, semangat juang, untuk tim dan staf pelatih serta pemain untuk bisa tampil dalam kondisi semua sehat dan fit," ucap dia.

Sementara itu gelandang Persija Sandi Darma Sute menyampaikan tidak ada kesulitan mengadapi laga terakhir lawan Mitra Kukar. Pemain berusia 26 tahun ini merasa rekan-rekan senior selalu memberikan masukan bagi dia.

"Memang saya baru dua tahun [di Persija], tetapi rasanya sudah lebih dari dua tahun karena kebersamaan bagus. Maka dari itu di dalam dan di luar lapangan kami kompak,
alhamdulillah dari kekompakan itu hasilnya kami bisa seperti sekarang. Memang target awal dari manajemen adalah kami bisa mengakhiri musim ini di peringkat lima sampai tiga," tutur Sandi.

Asisten Pelatih Kenang Persija Juara Liga 2001Bambang Pamungkas satu-satunya pemain Persija yang pernah merasakan juara Liga 2001. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Tetapi ketika keberuntungan memihak kepada kami, mengapa tidak?"

Itu juga semua berkat doa juga meskipun di luar sana mengatakan kami juara, tetapi saya pribadi masih belum bisa bilang juara karena satu partai tersisa itu," tuturnya melanjutkan.

Lebih lanjut, Sandi juga berkomentar tentang isu ada 'permainan' di belakang layar untuk menjadikan Persija juara. Ia mengakui merasa terganggu dengan tuduhan tersebut.

"Tetapi tidak mau memikirin sekali dan kami pikir positif saja. Masalah 'itu' biar mereka-mereka saja yang mau ngomong apa. Terpenting di tim jangan sampai pecah, fokus saja," pungkas dia. (map/jun)