PT LIB Anggap Tuduhan Rekayasa Juara Liga 1 2018 Lukai Pemain

CNN Indonesia | Kamis, 06/12/2018 14:17 WIB
PT LIB Anggap Tuduhan Rekayasa Juara Liga 1 2018 Lukai Pemain PSM Makassar dan Persija Jakarta bersaing memperebutkan gelar juara hingga pekan terakhir Liga 1 2018. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) Tigor Shalomboboy menyangkal rekayasa juara pada kompetisi Liga 1 2018 dan menegaskan hasil akhir adalah bagian dari perjuangan yang telah dilakukan pemain selama satu musim.

Tigor enggan menanggapi lebih jauh soal rekayasa sekaligus mempersilakan berbagai pihak yang ingin melapor jika mengetahui ada pengaturan skor yang terjadi dalam Liga 1 2018. Tigor justru meminta semua pihak, termasuk suporter, untuk menghargai perjuangan yang sudah dilakukan klub.

"Dari kami, jangan menyakiti perjuangan yang dilakukan klub dan pemain, kalaupun benar kan tidak semua pemain dan tidak semua klub melakukan itu [pengaturan skor]. Kalau terjadi, silakan proses. Kalau tidak puas, dan punya bukti silakan sampaikan," katanya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (6/12) siang.


"Tapi kita hargailah klub dan pemain yang berjuang satu musim dengan segala macam dramanya, tolong dihormati. Siapapun yang jadi juara, ini hasilnya," ujar Tigor.

Pertandingan Liga 1 2018 melibatkan 18 tim yang berlangsung sejak Maret hingga Desember.Pertandingan Liga 1 2018 melibatkan 18 tim yang berlangsung sejak Maret hingga Desember. (Dok. Persija)
Dugaan pengaturan skor di Liga 1 dan Liga 2 kembali merebak dalam beberapa pekan terakhir lantaran rekaman pertandingan yang menampilkan kejanggalan serta sebuah program gelar wicara di televisi yang mengungkap beberapa nama di balik isu manipulasi pertandingan. Hal itu membuat suporter menaruh rasa curiga yang begitu besar terhadap hampir semua pertandingan yang digelar yang membuat situasi menjadi tidak sehat.

"Tensi panas suporter di setiap pertandingan ini karena curiga ada match fixing, jadi karena faktor non-teknis dan memang tidak sehat. Cek lima sampai sepuluh tahun terakhir, [musim] ini kompetisi yang paling kompetitif, jarak dari atas ke bawah tidak ada yang sampai lebih dari 30 poin, itu kan hasil perjuangan."

"Tapi kan tidak mungkin semua secara menyeluruh melakukan pengaturan skor. Sepintar-pintarnya sistem, dengan hasil yang ada sekarang, mungkin enggak sih [ada pengaturan skor]? Lihat di papan bawah, dengan hasil yang sekarang beberapa [klub] masih terancam [degradasi], tidak ada yang bisa menjual pertandingan," ungkap Tigor.

Di papan atas klasemen, Persija dan PSM masih berebut poin pada pekan terakhir untuk meraih gelar juara. Sedangkan di papan bawah, ada lima tim yang masih berjuang untuk menghindari zona degradasi yaitu PSMS Medan, PS Tira, Perseru Serui, Mitra Kukar dan Sriwijaya FC. (TTF/nva)


BACA JUGA