Dalam beberapa waktu terakhir, Edy terus mendapat sorotan seiring prestasi Timnas Indonesia yang buruk. Dalam menanggapi hal tersebut, Edy beberapa kali mengeluarkan komentar 'nyeleneh'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komentar Edy yang baru-baru ini viral adalah pernyataan tentang cara mengatasi persoalan pengaturan skor di Indonesia. Ia berpendapat pengaturan skor bisa diatasi bila guru mengaji dan pendeta diperbanyak di Indonesia. Sontak komentar itu menuai banyak tanggapan di media sosial.
Sebelum komentar tentang guru ngaji dan pendeta, Edy kerap kali ditekan untuk mundur dari jabatan sebagai Ketua Umum PSSI. Sebagian netizen menilai ia tidak fokus mengemban jabatan lantaran saat ini Edy juga menjadi Gubernur Sumatera Utara.
Edy Rahmayadi sering mendapat sorotan lantaran komentar-komentar 'nyeleneh' yang ia keluarkan untuk menanggapi persoalan di PSSI. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Itu hak dia menolak mundur, tidak ada alasan dia untuk mundur selain ada permintaan dari voters. Itu kalau secara substansi, kalau secara etika lain lagi. Secara substansi, (permintaan) Ketum PSSI mundur harus dari voters," ujar Kusnaeni.
"Ingat, yang punya PSSI bukan rakyat tapi voters. Jadi dari sisi substansi tidak bisa disalahkan, dan dari psikologi komunikasi itu bagian dari upaya penyelesaian. Saya tidak mempersoalkan teknik komunikasi publik dia, dia bermain dengan psikologi komunikasi," katanya melanjutkan.
Lebih lanjut, Kusnaeni menyampaikan hal terpenting adalah Edy mampu menyelesaikan persoalan sepak bola Indonesia.
"Yang penting substansi masalahnya dipecahkan tidak? Minimal dia sudah melakukan hal positif dengan memberhentikan Exco [Hidayat, Komite Eksekutif PSSI terduga pengaturan skor], meskipun itu hukumannya ringan," tutur Kusnaeni.
"Sekarang, dia berhenti atau bergerak lebih jauh? Dia kan seorang tentara, pasti punya naluri intelijen yang baik. Yang saya tunggu, dia berbuat apa setelah itu [memberhentikan Hidayat]?" tuturnya kembali.
Kusnaeni berharap komentar 'nyeleneh' Edy tidak menjadi suatu hal yang permanen, melainkan hanya teknik komunikasi untuk hadapi situasi sulit. Ia paham sekarang ini situasi sedang darurat bagi PSSI.
Edy Rahmayadi sering mendapat sorotan lantaran komentar-komentar 'nyeleneh' yang ia keluarkan untuk menanggapi persoalan di PSSI. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)