RD: Saya Bangga Jika Bisa Kalahkan Persija

CNN Indonesia | Sabtu, 08/12/2018 22:06 WIB
RD: Saya Bangga Jika Bisa Kalahkan Persija Rahmad Darmawan bertekad membawa Mitra Kukar menaklukkan Persija Jakarta. (Dok. Persija)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Mitra Kukar, Rahmad Darmawan mengaku bangga jika bisa mengalahkan Persija Jakarta di pekan terakhir Liga 1 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (9/12).

Pelatih yang akrab disapa RD itu sadar, timnya sangat membutuhkan poin kemenangan untuk terhindar dari zona degradasi musim ini. Di sisi lain, ia juga mengakui Persija membutuhkan kemenangan untuk bisa meraih gelar juara yang selama 17 tahun sudah dinantikan.

RD sendiri memiliki memori indah bersama Persija dalam kariernya di sepak bola nasional. Ia tercatat pernah memperkuat Persija sebagai pemain di era 1994-1995 juga sebagai pelatih di era 2006, 2010-2011 dan 2014-2015 itu.


"Setiap pelatih siapapun ketika berada di warna kaus beda punya sejarah sendiri. Dia wajib all out, menunjung tinggi profesionalitas di mana mereka berada."

"Secara pribadi, saya bangga kalau saya bisa mengalahkan Persija," kata lelaki 54 tahun itu.

Setelah kalah 1-3 dari Sriwijaya sebelumnya, RD mengaku para pemainnya sudah siap untuk menghadapi Persija yang saat ini sudah diambang juara. RD mengatakan kepada pemain untuk tidak perlu memikirkan hasil akhir tapi lebih menekankan pada semangat yang tinggi sesuai dengan materi di latihan.

RD tetap fokus pada target mengalahkan Persija meski ia punya sejarah bersama Macan Kemayoran.RD tetap fokus pada target mengalahkan Persija meski ia punya sejarah bersama Macan Kemayoran. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
"Mereka [pemain] harus fokus untuk pertandingan kita," tegasnya.

Beban berat saat ini berada di pundak RD yang harus membawa Mitra Kukar keluar dari tiga besar tim terbawah di klasemen. RD baru bergabung ke Mitra Kukar di paruh musim setelah sebelumnya melatih Sriwijaya FC.

Dalam ancaman degradasi, RD tak mau lepas tangan dan berkilah bahwa ia baru memegang Mitra Kukar di tengah perjalanan.

"Pertaruhan nama, saya serahkan ke publik. Ini pengalaman pertama tangani tim setelah putaran pertama pindah dan saya melewati tantangan dan ini motivasi yang saya bangun dan saya mengasah kemampuan saya untuk tetap optimis."

"Saya datang ke Mitra Kukar ambil tanggung jawab dan apapun yang terjadi dengan Mitra Kukar. Tidak ada alasan, kalau hasilnya beda [Mitra Kukar terdegradasi], ini tanggung jawab saya dan saya harus bertanggung jawab itu," ucapnya. (TTF/ptr)