PSSI Minta 76 Akun Medsos Serahkan Bukti Pengaturan Skor

CNN Indonesia | Jumat, 21/12/2018 13:32 WIB
PSSI Minta 76 Akun Medsos Serahkan Bukti Pengaturan Skor PSSI minta 76 akun media sosial serahkan bukti pengaturan skor. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- PSSI meminta kepada pemilik 76 akun media sosial baik yang ada di Instagram atau Twitter untuk menyerahkan bukti adanya dugaan pengaturan skor di sepak bola Indonesia.

Lembaga tertinggi sepak bola di Indonesia itu mengidentifikasi 76 akun media sosial mengunggah tentang dugaan terjadinya pengaturan skor.

Akun-akun itu nantinya akan dipanggil PSSI melalui Komisi Disiplin untuk membantu menyelesaikan masalah pengaturan skor di sepak bola Indonesia.


Pemanggilan itu berdasarkan banyaknya informasi yang masuk mengenai isu pengaturan skor melalui media sosial terutama di Instagram dan Twitter.

"Komdis akan memanggil akun-akun itu dan meminta menyerahkan bukti untuk membantu proses penyelesaian kasus [pengaturan skor]. Jika ada hambatan atas proses yang dilakukan, PSSI akan melimpahkan dan meminta kepada kepolisian untuk meneruskannya," ujar Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono.

Joko Driyono juga berharap akun media sosial itu bisa menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan masalah pengaturan skor. Terlebih lagi akun-akun itu memiliki jumlah pengikut yang banyak, bahkan hingga jutaan.

Menurut PSSI dengan laporan dan bukti yang diberikan pemilik akun-akun media sosial itu kerja Komdis akan terbantu. Lebih dari itu Komdis PSSI akan bisa lebih cepat mengambil keputusan.

Sejumlah pemilik akun media sosial di Twitter dan Instagram akan dipanggil PSSI.Sejumlah pemilik akun media sosial di Twitter dan Instagram akan dipanggil PSSI. (REUTERS/Regis Duvignau)
Joko juga melanjutkan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, memberikan persetujuan bahwa siapa pun tak terkecuali yang melibatkan ofisial, pemain, pengurus, exco, wakil ketua umum, hingga ketua umum sendiri jika terlibat akan ditindak.

"Kami tidak akan mundur dari kondisi yang mengganggu integritas sepak bola kita. Melalui Komdis kami minta siapa pun yang muncul khususnya kasus yang mengindikasikan pengaturan skor untuk ditindaklanjuti secara langsung," terang Joko.

Sementara Kepala Staf Ketua Umum PSSI Iwan Budianto menjelaskan pemanggilan akun-akun media sosial itu untuk menghindari terjadinya fitnah. Sehingga semua yang terlibat bakal diproses secara hukum.

Namun, jika orang-orang dibalik akun itu bukan termasuk dalam lingkungan sepak bola, PSSI tidak memiliki kuasa untuk melakukan penindakan lebih lanjut. Sebab itu, kehadiran Satgas bentukan Kepolisian dinilai sebagai instrumen penting untuk memanggil pemilik akun-akun tersebut.

"Bukan kami melaporkan [akun itu ke kepolisian], tapi karena banyak akun-akun yang seperti mempunyai fakta [adanya tindak pengaturan skor] tapi tak punya akses untuk menyampaikan ke federasi maka kita mengundang mereka. Tapi kita harus adil apakah mereka punya bukti," ujar Iwan.

"Sepertinya dari 70 sekian akun macam-macam, ada yang personal, ada akun yang diikuti banyak pengikut bahkan pengikutnya jutaan. Itu yang kita yakini mereka punya bukti tapi hanya kekurangan keberanian saja selama ini," Iwan menambahkan. (TTF/bac)