Exco PSSI Ditangkap, Manajer Persibara Ingin Mafia 'Diurus'

CNN Indonesia | Kamis, 27/12/2018 22:31 WIB
Exco PSSI Ditangkap, Manajer Persibara Ingin Mafia 'Diurus' Lasmi Indaryani ingin para mafia sepak bola diberantas. (Dok. Trans 7)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani, berharap mafia sepak bola segera diberantas usai salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng ditangkap polisi, Kamis (27/12).

Terkait penangkapan Johar di Bandara Halim Perdanakusuma, Lasmi mengaku mendapat informasi tersebut dari rekannya yang juga diberitahu seorang wartawan.

Lasmi merupakan salah satu sosok yang membongkar peranan Johar Lin Eng dalam kasus pengaturan skor di persepakbolaan Indonesia. Dalam tayangan diskusi Mata Najwa pada Rabu (19/12) malam, Lasmi dan juga Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengaku menyerahkan sejumlah uang kepada Johar demi mendongkrak prestasi klub dan juga tim sepak bola daerah Banjarnegara.


"Saya tahunya memberikan keterangan, misalnya saya kenal Mbah Pri dari mana? Pada saat waktu ke kantor Asprov [Jawa Tengah] ketemu Pak Johar, saya dikenalkan dengan Mbah Pri. Kami berharap memang mafia-mafia bola di indonesia 'diurus'. Supaya persepakbolaan Indonesia bisa lebih maju," kata Lasmi ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (27/12).

Menurut Lasmi Mbah Pri sempat meminta Rp150 juta agar Persibara meraih peringkat ketiga Piala Soeratin. Selain itu, di acara Mata Najwa Budhi Warsono menyebut Johar Lin Eng pernah meminta uang sebesar Rp500 agar Banjarnegara menjadi tuan rumah babak 32 besar Liga 3 2018.

Johar Lin Eng ditangkap polisi karena kasus pengaturan skor sepak bola.Johar Lin Eng ditangkap polisi karena kasus pengaturan skor sepak bola. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Total Budhi dan Lasmi mengeluarkan Rp1,3 miliar selama enam bulan untuk Persibara dan juga tim sepak bola Banjarnegara yang kemudian menyeret nama Johar dan Mbah Pri.

"Bahkan saat itu saya dan ayah saya mengeluarkan biaya hingga Rp400 juta untuk menjadi Manajer Timnas Indonesia Putri U-16," ujar Lasmi.
Lasmi menjelaskan apa yang diungkapkannya dalam Mata Najwa lebih mengarah pada memberikan keterangan yang dialaminya secara langsung, termasuk penipuan yang dilakukan Mbah Pri dan seseorang bernama Tika.

"Ada perincian dari Tika bahwa memang ada aliran dana ke yang namanya Pak Johar, Mbah Putih dan Dessy. Saya sendiri tidak tahu aliran itu ke mana, tapi kan di Tika itu ada perincian dan tulisannya seperti itu," ucap Lasmi. (TTF/ptr)