Lasmi Eks-Manajer Persibara Pastikan Tak Penuhi Undangan PSSI

CNN Indonesia | Jumat, 28/12/2018 09:08 WIB
Lasmi Eks-Manajer Persibara Pastikan Tak Penuhi Undangan PSSI Episode PSSI Bisa Apa di program televisi Mata Najwa mengungkap keterlibatan anggota Komite Eksekutif PSSI dalam pengaturan skor. (CNNIndonesia/Titi Fajriah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indriyani memastikan tidak memenuhi panggilan untuk menghadiri sidang Komite Disiplin PSSI, Jumat (28/12) siang, untuk mempertanggungjawabkan pernyataan di media daring dan program Mata Najwa mengenai pengaturan skor.

Lasmi mengatakan tidak akan menghadiri sidang Komite Disiplin PSSI karena berbagai hal, termasuk tidak ingin membuat proses penyelidikan pengaturan skor menjadi tumpang tindih karena sedang menjalani proses penyidikan dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia.

"Saya lagi enggak bisa datang karena masih dalam proses penyidikan sama Satgas [Satuan Tugas Anti Mafia Bola]," ujar Lasmi kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Kamis (27/12).


Lasmi juga menganggap kasus yang menyeret nama anggota komite eksekutif Johar Lin Eng itu tidak terkait dengan Komite Disiplin PSSI.

"Karena penipuan yang ke saya itu pidana. Tidak ada hubungannya dengan Komdis. Kalau satgas yang panggil saya selalu datang. Yang diutus langsung Pak Kapolri, kalau bukan utusan tidak resmi saya juga gak mau memberikan pernyataan," jelasnya.

Lasmi Indriyani memenuhi panggilan Satgas Anti Mafia Bola namun mengabaikan undangan PSSI.Lasmi Indriyani memenuhi panggilan Satgas Anti Mafia Bola namun mengabaikan undangan PSSI. (Dok. Trans 7)
"Penyidikan sama satgas masuh berlanjut kami dan saksi-saksi lain masih dimintai keterangan. Kami diminta standby kapanpun dipanggil kami harus siap," sambung Lasmi.

Melalui kuasa hukumnya, Boyamin Saiman, wanita yang merupakan anak dari Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono itu juga menjelaskan posisinya saat ini bukan lagi sebagai manajer Persibara lantaran kompetisi Liga 3 yang diikuti klub tersebut sudah usai.

Selain itu pihak Lasmi pun menilai surat undangan yang dikirim PSSI tidak layak lantaran tidak ditandatangani dan tidak ditembuskan kepada Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi.

"Kalau saya kan bukan pegawai PSSI. Belum tentu saya bersedia karena kan saya bukan karyawan PSSI. Mereka tidak menggaji saya."

"Dan itu undangan, namanya undangan saya tidak punya kewajiban untuk hadir. Dan saya merasa lebih bersedia untuk memberikan keterangan kepada yang berwajib," kata Lasmi lebih lanjut. (TTF/nva)