Lasmi mengatakan tidak akan menghadiri sidang Komite Disiplin PSSI karena berbagai hal, termasuk tidak ingin membuat proses penyelidikan pengaturan skor menjadi tumpang tindih karena sedang menjalani proses penyidikan dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena penipuan yang ke saya itu pidana. Tidak ada hubungannya dengan Komdis. Kalau satgas yang panggil saya selalu datang. Yang diutus langsung Pak Kapolri, kalau bukan utusan tidak resmi saya juga gak mau memberikan pernyataan," jelasnya.
Lasmi Indriyani memenuhi panggilan Satgas Anti Mafia Bola namun mengabaikan undangan PSSI. (Dok. Trans 7) |
Melalui kuasa hukumnya, Boyamin Saiman, wanita yang merupakan anak dari Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono itu juga menjelaskan posisinya saat ini bukan lagi sebagai manajer Persibara lantaran kompetisi Liga 3 yang diikuti klub tersebut sudah usai.
Selain itu pihak Lasmi pun menilai surat undangan yang dikirim PSSI tidak layak lantaran tidak ditandatangani dan tidak ditembuskan kepada Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi.
"Dan itu undangan, namanya undangan saya tidak punya kewajiban untuk hadir. Dan saya merasa lebih bersedia untuk memberikan keterangan kepada yang berwajib," kata Lasmi lebih lanjut. (ttf/nva)
Lasmi Indriyani memenuhi panggilan Satgas Anti Mafia Bola namun mengabaikan undangan PSSI. (Dok. Trans 7)