SFC Minta Pencairan Subsidi PT LIB untuk Bayar Gaji Pemain

CNN Indonesia | Senin, 07/01/2019 23:21 WIB
SFC Minta Pencairan Subsidi PT LIB untuk Bayar Gaji Pemain Sriwijaya FC meminta pencairan subsidi PT LIB untuk pembayaran gaji pemain. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajemen Sriwijaya FC meminta PT LIB untuk mencairkan subsidi yang masih tertahan sehingga mereka bisa membayar gaji pemain yang masih tertunggak.

SFC masih belum membayarkan gaji bulan Desember kepada para pemain hingga saat ini sehingga dana subsidi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) di Liga 1 2018 sebesar Rp2,3 miliar belum bisa dicairkan.

PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola Sriwijaya FC meminta keringanan kepada PT LIB untuk segera mencairkan dana tersebut, dengan langsung mentransfernya ke rekening para pemain.


Direktur Utama PT SOM Mudai Madang mengatakan, Sriwijaya FC sudah melayangkan surat resmi ke PT LIB tertanggal 7 Januari 2019 terkait permasalahan ini.

Surat bernomor 2/SFC/I/2019 tanggal 7 Januari 2019 yang ditandatangani Sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid, sudah dikirimkan. Diketahui, subsidi PT LIB kepada PT SOM yang masih tertunggak yakni Rp2.374.808.702 dari nilai total Rp7,5 miliar.
Muddai Madang (kanan) meminta agar PT LIB mentransfer sendiri gaji ke pemain SFC. (Muddai Madang (kanan) meminta agar PT LIB mentransfer sendiri gaji ke pemain SFC. (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.)
Rinciannya, sisa pembayaran kontribusi tahap 7 dan tahap 8 sebesar Rp324.808.702 dan sisa pembayaran elite pro Rp2.150.000.000, dengan total Rp2.374.808.702.

"Kami menunggak [gaji] itu menjadi alasan CEO PT LIB belum mencairkan dana tersebut kepada Sriwijaya FC. Jadi dalam surat itu, kami sampaikan untuk segera mencairkan dana tersebut, namun langsung ditransfer ke rekening pemain saja, jadi tidak ada alasan lagi," ujar Mudai Madang, Senin (7/1).

Jika dana subsidi sebagai kontestan Liga 1 itu dibayarkan PT LIB, Muddai menjamin bahwa nilainya dapat membayar lunas gaji pemain yang menunggak satu bulan tersebut. Bahkan masih ada lebihnya.

"Uang Rp2,3 miliar itu bahkan bisa bayar untuk dua bulan. Sementara kami hanya ada tunggakan satu bulan," ujar Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia ini.

Mudai melanjutkan, perusahaan akan turut melampirkan daftar nama pemain yang belum dibayar gajinya beserta nomor rekening dan nominal dana yang harus diterima.

"Semoga surat yang kami buat ini berbuah baik dan bisa memberikan win-win solution bagi kita semua," tutur Muddai. (idz/bac)