Solskjaer Biasa Manjakan Para Staf Klub Termasuk di MU

CNN Indonesia | Sabtu, 12/01/2019 11:12 WIB
Solskjaer Biasa Manjakan Para Staf Klub Termasuk di MU Ole Gunnar Solskjaer biasa memanjakan para staf klub termasuk di Manchester City. (REUTERS/Scott Heppell)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris klub Molde, Heidi Rindaroy, mengungkapkan mantan pelatih mereka, Ole Gunnar Solksjaer, biasa memanjakan para staf klub mereka.

Begitu pula saat Solksjaer kini menangani Manchester United, kebiasaan baiknya itu tetap dilakukan seperti saat ia melatih klub asal Norwegia tersebut.

"Saya pernah dengan Ole [Solskjaer] kami pernah memanjakan Kath, resepsionis Manchester United di [pusat pelatihan] Carrington dengan cokelat dari Norwegia. Kalau begitu, saya akan memasukkan daftar permintaan kepadanya untuk roti Inggris."


"Begitulah Ole. Dia memperlakukan kami setara. Dia membawakan kami [minuman] anggur merah terbaik sebagai hadiah Natal," ucap Rindaroy.

Kehadiran Solskjaer dan keramahannya kerap menjadi pembahasan sejak ia bergabung nyaris sebulan lalu. Di Norwegia yang merupakan negara kelahirannya, 'The Baby Assassin' juga begitu dipuji.

Fan cilik Manchester United menyambut antusias kedatangan Ole Gunnar Solskjaer ke Manchester United. (Fan cilik Manchester United menyambut antusias kedatangan Ole Gunnar Solskjaer ke Manchester United. (Foto: REUTERS/David Klein)
"Di Norwegia ada Paus [Fransiskus], kemudian ada Ole [Solskjaer]. Dia adalah tokoh olahraga kami yang sangat terkenal," terang mantan manajer timnas Norwegia, Age Hareide.

Meski hanya enam bulan menangani Manchester United, Solskjaer disebut sangat senang menangani klub yang pernah ia belanya itu. Kebanggaannya itu pula yang disampaikannya kepada mantan pelatihnya saat masih bermain di Clausnengen, Ole Olsen.

"Dia sangat menyukai pekerjaannya sekarang. Setelah [Man United] melawan Huddersfield dan mengatakan: 'Saya telah kembali ke rumah,'" ujar Olsen meniru ucapannya Solskjaer..

Solskjaer sebelumnya pernah menangani Cardiff City setelah melatih Molde. Namun, kariernya tidak mulus sehingga kembali ke Molde pada 2015. Kali ini ia mampu mewujudkan impian menangani Setan Merah.

"Anda memang butuh jatuh dulu untuk bangkit. Kepemilikan di Cardiff berbeda. Di United, dia bahkan tahu para staf kantin, tukang cuci, bahkan semua orang [di Man United]. Lebih mudah baginya."

"Anda tak akan pernah tahu. Sebagai pemain, ia mengambil panggung di Manchester. Dia akan melakukan hal yang sama lagi," terang Olsen. (bac/nva)