Keinginan itu disebutnya meniru apa yang telah dilakukan La Liga dengan Polisi Spanyol yang bekerja sama untuk memberantas kasus mafia bola yang dimungkinkan terjadi selama digelarnya kompetisi.
Meskipun Tigor mengakui sinergi antara LIB dan Polri tidak bisa dilakukan secara langsung karena ada banyak pihak yang juga merasa bagian dari sepak bola Indonesia, mulai PSSI sebagai federasi, BOPI [Badan Olahraga Profesional Indonesia] dan Kemenpora.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur operasional PT LIB, Tigor Shalomboboy. (CNNIndonesia/M. Arby Rahmat Putratama H) |
Tigor membuka kemungkinan itu bisa dilakukan jika keadaan dan situasi yang terjadi dirasa darurat dan mendapat referensi yang cukup. Sebab, LIB secara organisasi memiliki independensi yang diberikan untuk menjaga kepentingan banyak hal, mulai kepentingan pemain, kepentingan sponsor, dan segala macamnya.
Kepercayaan Pihak Kepolisian
Permasalahan lain yang dihadapi operator kompetisi yakni terkait penjadwalan kompetisi yang dianggap tidak teratur. Bahkan beberapa kali jadwal kompetisi harus bertabrakan dengan jadwal Timnas Indonesia di kancah internasional.
Salah satu kendala itu yakni jadwal kompetisi yang bersentuhan dengan agenda nasional yang tidak terjadi di Eropa. Misalnya seperti yang terjadi di musim ini, di mana kompetisi baru bakal bergulir setelah Pemilu 2019 selesai digelar.
Hal serupa juga pernah terjadi di Spanyol 2017 silam kala demo besar-besaran yang meminta kemerdekaan Katalunya. Namun, pertandingan La Liga bisa tetap berjalan meski tanpa ada penonton dan polisi menjamin keamanan penyelenggaraannya.
"Saya berpikir pada saat itu, bisa tidak ya kita di sini [Indonesia] seperti itu. Jadi ya keamanan punya jalur sendiri, La Liga punya kerja sama khusus dengan kepolisian, ada hubungan yang bagus, kepercayaan yang muncul, jadi ya sudah serahkan kepada klubnya, mereka percaya bahwa tidak akan terjadi hal-hal yang mengganggu keamanan. Mungkin itu juga bisa menjadi pelajaran juga buat kita [Indonesia]," tandasnya. (ttf/har/bac)
Direktur operasional PT LIB, Tigor Shalomboboy. (CNNIndonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)