Jelang Debat Capres 2019, PT LIB Bahas Sinergi dengan Polri

CNN Indonesia | Kamis, 17/01/2019 15:12 WIB
Jelang Debat Capres 2019, PT LIB Bahas Sinergi dengan Polri Jelang debat kandidat capres 2019, PT LIB berharap sinergi dengan Polri. (AFP PHOTO / TIMUR MATAHARI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang debat capres 2019 perdana, Kamis (17/1), Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru [LIB] Tigor Shalomboboy berharap ada sinergi yang baik antara operator kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia [Polri] terkait penyelenggaraan kompetisi di Indonesia.

Keinginan itu disebutnya meniru apa yang telah dilakukan La Liga dengan Polisi Spanyol yang bekerja sama untuk memberantas kasus mafia bola yang dimungkinkan terjadi selama digelarnya kompetisi.

Meskipun Tigor mengakui sinergi antara LIB dan Polri tidak bisa dilakukan secara langsung karena ada banyak pihak yang juga merasa bagian dari sepak bola Indonesia, mulai PSSI sebagai federasi, BOPI [Badan Olahraga Profesional Indonesia] dan Kemenpora.

Jelang Debat Capres 2019, PT LIB Bahas Sinergi dengan PolriDirektur operasional PT LIB, Tigor Shalomboboy. (CNNIndonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
"Kita tidak bisa langsung juga. Saya juga kaget kerjasama itu munculnya dari La Liga dengan kepolisian langsung, bukan dari federasinya. Apakah itu bisa kita lakukan disini?" kata Tigor usai penandatanganan kerjasama antara La Liga dan LIB, Rabu (16/1) malam.


Tigor membuka kemungkinan itu bisa dilakukan jika keadaan dan situasi yang terjadi dirasa darurat dan mendapat referensi yang cukup. Sebab, LIB secara organisasi memiliki independensi yang diberikan untuk menjaga kepentingan banyak hal, mulai kepentingan pemain, kepentingan sponsor, dan segala macamnya.

Terlebih terkait masalah pengaturan skor di sepak bola saat ini, lanjut Tigor, 99 persen menjadi komoditas pemberitaan semua pihak, tidak hanya mencakup masyarakat olahraga semata. Tigor menyebut peran serta dari semua pihak termasuk pemerintah dalam hal ini kepolisian untuk turun tangan juga menjadi hal penting penuntasan kasus tersebut.

Kepercayaan Pihak Kepolisian

Permasalahan lain yang dihadapi operator kompetisi yakni terkait penjadwalan kompetisi yang dianggap tidak teratur. Bahkan beberapa kali jadwal kompetisi harus bertabrakan dengan jadwal Timnas Indonesia di kancah internasional.

Salah satu kendala itu yakni jadwal kompetisi yang bersentuhan dengan agenda nasional yang tidak terjadi di Eropa. Misalnya seperti yang terjadi di musim ini, di mana kompetisi baru bakal bergulir setelah Pemilu 2019 selesai digelar.

"Tahun ini kita akan ketemu yang namanya pemilu dan mungkin pada tahun berikutnya ada pilkada, entah ada kegiatan apa lagi yang membuat sepak bola itu bisa berhenti karena alasan-alasan di luar olahraga itu sendiri," ujar Tigor.

Hal serupa juga pernah terjadi di Spanyol 2017 silam kala demo besar-besaran yang meminta kemerdekaan Katalunya. Namun, pertandingan La Liga bisa tetap berjalan meski tanpa ada penonton dan polisi menjamin keamanan penyelenggaraannya.

"Saya berpikir pada saat itu, bisa tidak ya kita di sini [Indonesia] seperti itu. Jadi ya keamanan punya jalur sendiri, La Liga punya kerja sama khusus dengan kepolisian, ada hubungan yang bagus, kepercayaan yang muncul, jadi ya sudah serahkan kepada klubnya, mereka percaya bahwa tidak akan terjadi hal-hal yang mengganggu keamanan. Mungkin itu juga bisa menjadi pelajaran juga buat kita [Indonesia]," tandasnya. (TTF/bac)