Naturalisasi Mentok, Yu Hyun Koo Hengkang dari Sriwijaya FC

CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 05:15 WIB
Naturalisasi Mentok, Yu Hyun Koo Hengkang dari Sriwijaya FC Yu Hyun Koo hengkang dari Sriwijaya FC. (CNN Indonesia/safir makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gelandang sekaligus kapten Sriwijaya FC Yu Hyun Koo dipastikan hengkang dari klub tersebut. Hyun Koo memastikan hengkang setelah menulis surat pengunduran diri ke manajemen.

Meskipun begitu belum terungkap alasan pasti pria yang sudah membela Laskar Wong Kito selama tiga musim tersebut untuk mundur. Padahal Hyun Koo diketahui sangat terpukul dan merasa bersalah saat Sriwijaya FC dipastikan terdegradasi dari Liga 1.

Hyun Koo sempat berjanji untuk setia kepada Sriwijaya FC dan akan berjuang untuk mengembalikan kejayaan untuk kembali berlaga di Liga 1 secepatnya kepada suporter. Namun, beredar kabar jika Yu mengalami kesulitan dalam pengurusan naturalisasi dari negara asalnya Korea Selatan.


Lantaran naturalisasi tidak terlaksana, Hyun Koo tidak dapat memperkuat Sriwijaya FC di Liga 2 karena regulasinya melarang skuat diperkuat oleh pemain asing.

Sementara itu, Sekretaris Tim Sriwijaya FC Rizal Darmawan mengaku jika proses naturalisasi tidak berhasil, maka secara otomatis tidak bisa memperkuat Laskar Wong Kito.

Naturalisasi Mentok, Yu Hyun Koo Hengkang dari Sriwijaya FCYu Hyun Koo (kanan) saat masih berseragam Semen Padang FC. (ANTARA FOTO/Wira Suryantala)
"Secara aturan Liga 2, jelas tidak boleh ada pemain asing. Artinya kalau proses naturalisasi tidak selesai ya tidak akan bisa memperkuat Sriwijaya FC," ujar Rizal.

Sriwijaya FC mulai bergerilya mencari pemain yang berminat untuk bergabung demi mengarungi Piala Indonesia pada 30 Januari dan Liga 2 2019 mendatang. Beberapa pemain senior, termasuk mantan pemain Persib Bandung 'Lord' Atep menjadi incaran Laskar Wong Kito.

Sriwijaya FC Incar Atep

Rizal melanjutkan, Sriwijaya FC mengincar mantan penyerang Persib Bandung Atep untuk menambal kekurangan pemain yang hengkang. Ia menjelaskan, klub membutuhkan pemain pengganti untuk bertanding di babak 32 besar Piala Indonesia melawan Keluarga USU Medan.

Berdasarkan surat dari PSSI nomor 212/AGB/49/I-2019 tertanggal 17 Januari 2019 yang ditandatangani Ratu Tisha disebutkan SFC akan menjalani leg 1 pada 30 Januari di Palembang dan leg 2 pada 7 Februari di Medan.

"Salah satunya Atep, kebanyakan kita kontak pemain senior ya. Lalu beberapa mantan pemain SFC seperti Mahyadi Panggabean, Bobby Satria, Eka Ramdani, Wijay, dan Musafri," ujar Rizal, Minggu (20/1).

Rizal mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah menghubungi para pemain tersebut dan sudah mendapatkan tanggapan yang cukup memuaskan.

Sriwijaya FC incar mantan penyerang Persib Atep. Sriwijaya FC incar mantan penyerang Persib Atep. (Foto: Detikcom/Wisma Putra)
"Mahyadi sudah mau tapi masih lihat situasi karena saat ini sedang memegang tim. Atep sudah menyatakan bersedia membantu kita dan akan memberikan kepastian dalam waktu dekat," jelas Rizal.

Sedangkan Bobby Satria sudah menyatakan bersedia membantu Sriwijaya FC, namun akan melihat terlebih dahulu kesesuaian dengan jadwal tes dengan salah satu klub di Malaysia. Sementara, Eka Ramdhani masih dibujuk Laskar Elang Andalan karena pemain yang kerap disapa Ebol ini menyatakan hendak gantung sepatu.

Terkait Wijay, yang sebelumnya merumput di SFC pada musim 2008-2009, menurutnya manajemen klub sudah mendapatkan konfirmasi bahwa yang bersangkutan bersedia memperkuat Laskar Wong Kito di Piala Indonesia.

"Wijay ini kami dekati lagi, karena saat ajang Alex Noerdin Cup terlihat masih sangat fit dan siap," kata dia.

Selain bakal diperkuat mantan pemain, Sriwijaya FC juga akan diperkuat pemain eks PON Sumatera Selatan mengingat skuat yang tersisa terbilang sudah tidak mencukupi.

Sejauh ini, hanya tiga pemain musim lalu yang menyatakan kesediaan untuk bertahan, yakni Robby Andika, Dickri Yusron dan M Rafif. Sedangkan Achmad Faris masih akan bermusyawarah dengan keluarga. Dalam situasi tersebut maka harus dicarikan penggantinya karena setidaknya untuk berlaga di Piala Indonesia diperkuat oleh 16-18 pemain, kata dia.

Sriwijaya FC ditinggalkan mayoritas pemainnya setelah terdegradasi ke Liga 2. Para pemain seperti Marckho Meraudje, Zulfiandi, Esteban Vizcarra, Teja Paku Alam, Alberto Goncalves, Yu Hyun Koo, Syarian Abimanyu, Samuel Cristianson, dan Nur Iskandar sudah resmi hengkan.

Klub asal Sumatera Selatan ini hingga kini masih dalam proses pembenahan internal dan penyiapan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Sriwijaya Optimis Mandiri, setelah pada Senin (14/1) pemilik saham dan sekaligus Direktur Utama PT SOM Muddai Madang menyatakan mundur dan menyerahkan surat mandat ke Herman Deru (Gubernur Sumsel) untuk mengurus proses penjualan saham pengambilalihan pengelolaan manajemen. (idz/bac)