Liliyana Natsir: Berpisah dari Bulutangkis Pasti Emosional

CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 19:27 WIB
Liliyana Natsir: Berpisah dari Bulutangkis Pasti Emosional Liliyana Natsir bakal pensiun setelah Indonesia Masters 2019. (Dok. Humas PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Liliyana Natsir mengakui momen perpisahan dengan dunia bulutangkis sebagai momen yang tak akan dengan mudah dilewati begitu saja olehnya akhir pekan ini.

Liliyana sudah jadi andalan Indonesia selama dua dekade terakhir. Ia bahkan sudah menghabiskan 24 tahun kariernya sebagai pebulutangkis dengan 17 tahun dihabiskan sebagai pemain tim nasional. Liliyana akan menutup kariernya sebagai pemain bulutangkis di Indonesia Masters 2019.

"Saya tidak bisa tahu saya bakal nangis atau tidak nanti, karena pasti kan emosionalnya di situ campur aduk. Saya pasti berusaha untuk tegar karena saya gengsi. Tapi saya tidak tahu keadaannya bagaimana nanti, buat saya terharu kah atau bagaimana, saya tidak tahu," ungkap pebulutangkis yang akrab disapa Butet ini.


"Perasaan tegang [ingin pensiun] beda. Kali ini tegang campur sedih, terharu, campur aduk. Pengalaman seumur hidup baru kali ini mau perpisahan di dunia bulutangkis," katanya melanjutkan.
Liliyana Natsir mengaku tegang jelang acara perpisahan dirinya dari dunia bulutangkis.Liliyana Natsir mengaku tegang jelang acara perpisahan dirinya dari dunia bulutangkis. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Sejauh ini acara perpisahan Liliyana masih dirahasiakan. Namun rencananya acara tersebut digelar sebelum partai final dimulai pada Minggu (27/1).

"Jujur saya tegang, sedih juga karena nanti saya akan ngomong di hadapan seluruh pencinta bulutangkis di Istora. Mengucapkan kata perpisahan itu susah."

"Tahan emosi pasti, karena belasan tahun meninggalkan olahraga yang saya cintai itu berat, siapkan mental bukan cuma buat tanding tapi untuk perpisahan," ujar Liliyana.

Setelah pensiun, Liliyana menyatakan dirinya bakal memanjakan diri dengan hal-hal yang selama ini tidak bisa dilakukan olehnya lantaran faktor kedisiplinan sebagai atlet.

"Setelah pensiun, saya mau refreshing, jauh-jauh dari bulutangkis. Dulu kan setiap hari shuttlecock, raket, lapangan. Nikmatin makan pedas-pedas sedikit, nikmatin habis nongkrong bisa telat-telat sedikit bangun tidurnya," ungkap atlet 33 tahun itu. (TTF/ptr)


BACA JUGA