Tiba-tiba telepon itu berisi pesan, saya tidak masuk skema tim 2019. Bagi saya ini risiko pekerjaan. Tapi saya masih mempertanyakan mengapa caranya harus lewat telepon. Saya bukan pemain baru. Saya sudah merasakan pahit dan manis bersama Maung Bandung.
Saya bukannya ingin diperlakukan spesial, tapi semoga manajemen tidak memperlakukan pemain seperti itu lagi pada masa depan. Sebagai pemain saya ingin keluar baik-baik dan pamit. Saya sendiri memutuskan ke mess Persib pada Senin (14/1) dan pamit ke teman-teman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Selepas telepon itu, rutinitas saya pun berubah. Yang biasanya berlatih bersama tim setelah mengantar anak-anak ke sekolah, kini kebiasaan itu berubah. Tidak belok ke stadion lagi, tapi langsung ke rumah.
Walau sudah tidak berseragam Persib, saya akan terus mengikuti perkembangan Persib. Bobotoh juga ingin juara, dan manajemen sudah mengikuti apa yang diinginkan pelatih. Mudah-mudahan bisa juara lagi.

Membela Persib Bandung selalu menjadi impian Atep. (ANTARA/Fahrul Jayadiputra)

Atep membawa Persib juara Piala Presiden usai merebut gelar ISL 2014. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)