Keluarga Pasrah Sala dan Pilot Sudah Meninggal

CNN Indonesia | Rabu, 06/02/2019 22:16 WIB
Keluarga Pasrah Sala dan Pilot Sudah Meninggal Pihak keluarga pasrah Emiliano Sala sudah meninggal. (AFP/LOIC VENANCE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu pencari privat tubuh Emiliano Sala, David Mearns, mengatakan pihak keluarga sudah pasrah dengan nasib bintang sepak bola asal Argentina tersebut.

Sebelumnya, pesawat Piper Malibu yang membawa Sala dan pilot David Ibbotson terjatuh di Selat Inggris pada 21 Januari setelah terbang dari Nantes menuju ke Cardiff City.

Sala sedianya dijadwalkan pada 21 Januari dan bergabung latihan bersama klub barunya tersebut sehari setelah tiba.


Namun, pesawat yang ditumpanginya sempat hilang kontak di lepas pantai Pulau Guernsey yang merupakan teritori Inggris.

"Apa yang pihak keluarga pahami saat ini adalah bahwa keduanya [Sala dan Ibbotson] sudah meninggal. Dan apa yang mereka inginkan adalah menemukan jasadnya. Hal terpenting adalah badan mereka," kata Mearns seperti yang dikutip dari situs Soccer Laduma.

Keluarga Pasrah Sala dan Pilot Sudah MeninggalPesawat yang ditumpangi Emiliano Sala menghilang. (REUTERS/Stephane Mahe)
"Mengidentifikasi tubuh mereka adalah hal paling penting bagi kedua pihak keluarga. Soal badan pesawat, itu persoalan yang berbeda. Penemuan pesawat itu hanya untuk mengetahui penyebab kecelakaan," katanya menambahkan.

Bluewater Recoveries, perusahaan milik Mearns yang bertanggungjawab atas misi pencarian tersebut, berhasil menemukan lokasi pesawat di dasar perairan Selat Inggris itu. Proses pencarian lebih lanjut dan evakuasi kini berada di bawah kendali Divisi Kecelakaan Udara Britania Raya (AAIB).

Lebih lanjut, Mearns mengatakan sejauh ini hanya satu jasad yang berhasil ditemukan.

Nantes vs Etienne.Tribute bagi Emiliano Sala Nantes vs Etienne. (REUTERS/Stephane Mahe)
"Saya tidak lagi terlibat. Begitu ditemukan, segala sesuatunya berada di tangan AAIB. Mereka akan investigasi penyebab kecelakaan," ucap dia.

"Yang saya tahu, baru satu jasad [ditemukan]. Itulah segalanya yang saya tahu. Mereka [AAIB] mencoba untuk mengidentifikasi jasad itu semalaman dan saya tahu mereka memiliki kendala," ucapnya melanjutkan.

Mearns menyampaikan AAIB berupaya mengambil jasad dengan menggunakan robot yang dikendalikan dengan kabel dan alat pengendali jarak jauh serta dilengkapi kamera.

"Masalahnya adalah apakah tubuh tersebut tersangkut di kursi atau tidak. Ada banyak cara untuk mengambil tubuh tersebut. Mereka [AAIB] bisa menggunakan kail, tali atau keranjang," ujar Mearns.

"Sejauh yang saya tahu, tidak ada penyelam yang terlibat. Pihak keluarga akan sangat berterima kasih atas upaya mereka. Sekarang, kami berdoa agar mereka berhasil," ujarnya kembali. (map/sry)