Syafruddin Dukung Satgas Usut Perusakan Dokumen Persija

CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 13:06 WIB
Syafruddin Dukung Satgas Usut Perusakan Dokumen Persija Syafruddin mendukung pengusutan perusakan dokumen Persija Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pembina Persija Jakarta  Syafruddin meminta Satuan Tugas Anti Mafia Bola mengusut perusak dokumen Persija.

Dokumen keuangan Persija di kantor PT Liga Indonesia ditemukan rusak secara disengaja ketika Satgas Anti Mafia Bola melakukan penggeledahan pada Jumat (1/2). Menanggapi hal tersebut Syafruddin berharap Satgas Anti Mafia Bola mampu mengungkap oknum perusak dokumen itu.

"Harus diungkap dan dihukum siapa oknumnya, siapa pelakunya. Hukum tidak boleh pandang bulu, jangan hanya orang-orang tertentu. Ini kan masalah pidana, hukumannya di ranah pidana," kata pria yang juga menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tersebut.


"Saya akan mendorong itu, saya mengizinkan, saya mengapresiasi, silakan hukum siapapun pelakunya," lanjut Syafruddin.

Syafruddin menerima penguduran diri Gede Widiade dan M. Rafil Perdana.Syafruddin menerima penguduran diri Gede Widiade dan M. Rafil Perdana. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Sebagai bagian dari dunia sepak bola dan mantan Wakapolri, Syafruddin mengaku tahu betul tentang permasalahan yang terjadi dalam sepak bola Indonesia.

"Jadi tidak bisa orang berbohong-bohong kepada saya tentang 'permainan-permainan'. Saya sudah menyampaikan kemarin kepada Satgas Anti Mafia Bola yang dibentuk oleh Polri. Saya bilang 'Proses betul, ungkap betul, sampai ke akar-akarnya siapa yang melakukan hal-hal yang tidak baik dan mengganggu profesionalisme'," ucap dia.

Lebih lanjut Syafruddin mengungkap alasan Direktur Utama Persija Gede Widiade dan COO Persija M. Rafil Perdana mundur dari manajemen Macan Kemayoran.

Direktur Utama Gede Widiade (kanan) resmi mengundurkan diri.Direktur Utama Gede Widiade (kanan) resmi mengundurkan diri. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
"Tentu ada gap-gap yang terjadi di dalamnya, silakan Anda semua dalami itu. Saya tidak begitu tahu apa yang terjadi di dalam, saya hanya pembina. Saya tidak pernah menangani secara rinci manajerial," ujar Syafruddin.

"Saya hanya dipamiti bahwa mereka mengundurkan diri, bahwa ada hal-hal yang tidak profesional di dalam itu. Bagi orang yang profesional, tentu tidak cocok [bekerja dalam lingkungan yang tidak profesional]. Ini kan masalah cocok dan tidak cocok," ujarnya melanjutkan.

Syafruddin tidak menjelaskan siapa yang dimaksud sebagai sosok yang tidak profesional terkait pengunduran diri Gede dan Rafil. Syafruddin mengaku merestui pengunduran diri Gede dan Rafil.

"Saya restui dan tidak menanyakan lagi. Orang profesional itu kalau terganggu keprofesionalannya, tentu tidak cocok," ucap Syafruddin. (map/nva)