Polisi Periksa Mantan Dirut PT LIB Berlinton Siahaan

CNN Indonesia | Kamis, 21/02/2019 01:15 WIB
Polisi Periksa Mantan Dirut PT LIB Berlinton Siahaan Berlinton Siahaan (kiri) memenuhi panggilan Satgas Anti Mafia Bola terkait kasus dugaan pengaturan skor. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satgas Anti Mafia Bola hari ini memeriksa mantan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Berlinton Siahaan di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan pemeriksaan terhadap Berlinton dilakukan dalam kapasitas sebagai saksi kasus dugaan pengaturan skor.
Dalam pemeriksaan itu, kata Dedi, penyidik akan meminta keterangan terkait pertandingan antara PSS Sleman melawan Madura FC di Liga 2.

"Untuk Berlinton adalah terkait masalah pertandingan antara PSS Sleman dan Madura FC," kata Dedi di Mabes Polri, Rabu (20/2) terkait pria yang sudah mengundurkan diri dari posisi sebagai Dirut PT LIB pada Senin (18/2).

Lebih lanjut, Dedi menyebut tak menutup kemungkinan penyidik akan menambah saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan pengaturan skor yang terjadi di babak penyisihan maupun babak delapan besar.


Polisi Periksa Mantan Dirut PT LIB Berlinton SiahaanPertandingan PSS Sleman vs Madura United pada Liga 2 2018. (Screenshot via instagram (@madura.fc_official))
"Tidak menutup kemungkinan ini akan bertambah, bisa jadi dari laporan, dan dari hasil pemeriksaan polisi," ujar Dedi.

Dalam kasus dugaan pengaturan skor antara PSS dan Madura FC, Satgas Anti Mafia Bola sudah memeriksa mantan anggota Komite Eksekutif PSSI Hidayat, mantan manajer PSS Sleman Sismantoro, pelatih PSS Seto Nurdiyantoro. Selain itu, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria juga telah diperiksa.

Selain itu Satgas bentukan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya itu juga telah menyita sejumlah barang bukti terkait kasus dugaan pengaturan skor PSS vs Madura FC dari rumah Hidayat pada Januari 2018.

Laga PSS vs Madura FC di babak penyisihan Liga 2 didalami lantaran pengakuan manajer Madura FC Januar Herwanto yang mengaku ditawari uang oleh Hidayat. Sementara laga kedua tim di babak delapan besar didalami lantaran gol untuk PSS tercipta setelah salah seorang pemain Elang Jawa berada dalam posisi offside. (nva/har)