Sesmenpora Soal Calon Ketua PSSI: Jangan Kejadian Seperti Edy

CNN Indonesia | Kamis, 21/02/2019 15:40 WIB
Sesmenpora Soal Calon Ketua PSSI: Jangan Kejadian Seperti Edy Gatot S Dewa Broto menganggap Edy Rahmayadi sulit menjalankan tugas sebagai Ketua Umum PSSI karena ia lebih sering berada di Medan sedangkan Kantor PSSI ada di Jakarta. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sesmenpora Gatot S Dewa Broto menyatakan pihak Kemenpora berharap Ketua Umum PSSI yang terpilih nanti tidak seperti Edy Rahmayadi yang lebih sering berada di luar kota Jakarta.

Gatot menekankan Kemenpora mempersilakan siapa pun untuk jadi Ketua Umum PSSI dengan catatan memiliki integritas tinggi, punya waktu yang cukup, dan tidak memiliki kepentingan lain selain memajukan persepakbolaan Indonesia. Satu catatan lain yang ditegaskan Gatot adalah perihal domisili Ketua Umum berada.

Lantaran Kantor PSSI ada di Jakarta, Gatot meminta Ketua Umum PSSI yang baru bisa lebih sering berada di Jakarta.


"Yang penting jangan sampai kaya kejadian Pak Edy kemarin. Beliau ada di Medan, Kantor PSSI di Jakarta, itu merepotkan sekali," ujar Gatot usai menghadiri Dialog Nasional Mengelola Even Olahraga di Kampus Universitas Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (21/2).

Kemenpora Minta Ketum PSSI Tak Seperti Edy RahmayadiGatot S Dewabroto meminta Ketua Umum PSSI yang baru nantinya bisa lebih sering berada di Jakarta. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Gatot tak mempermasalahkan Ketua Umum PSSI memiliki pekerjaan lain, karena seseorang tak akan bisa menjadikan jabatan Ketua Umum PSSI sebagai profesi dan pekerjaan utama.

"Nyambi boleh saja, dia punya profesi lain itu urusan lain. Kami tidak menunjuk Si A, B, atau C, asalkan sesuai dengan statuta PSSI saja. Ada ketentuan bahwa yang bersangkutan harus berkecimpung di industri sepak bola paling tidak lima tahun. Asal itu terpenuhi, tidak masalah," ucap Gatot.

Gatot pun meminta kepada PSSI dan ketua baru yang terpilih nantinya untuk mendukung penyelidikan pengaturan skor yang sedang diusut oleh Satgas Anti Mafia Bola agar persepakbolaan di Indonesia bisa maju dan lebih sehat. (idz/bac)