Pria yang dirahasiakan identitasnya itu melontarkan pengakuan di program talkshow Mata Najwa di Trans7, Rabu (20/2) malam.
Narasumber itu bahkan mengatakan seluruh wasit yang berjumlah 42 di Liga 1 itu tahu adanya pengaturan skor di kompetisi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih mengejutkan lagi ia membeberkan semua perintah tersebut datang dari Komite Wasit untuk melakukan pengaturan skor.
Sang sumber juga menyebut inisial NK, salah satu anggota Komite Wasit PSSI, yang terlibat. Ada pula anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI berinisial IB yang terlibat langsung.
Salah satu laga Arema FC disebut juga terindikasi pengaturan skor. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika) |
"IB, dia memerintahkan agar Arema menang memerintahkan ke wasit, imbalan sekitar Rp20-25 juta dibagi-bagi."
Begitu pula pada laga Borneo FC vs PSM Makassar, narasumber tersebut mengatakan laga itu juga tak lepas dari mafia pengaturan skor.
"Yang saya tahu Borneo vs PSM Makassar. Yang diharuskan Borneo menang, Exco telepon YN. Kemudian dia menelepon salah satu Komite Wasit, kemudian ke wasit, perintahnya [Bormeo] harus menang. Skor Borneo menang imbalannya Rp70 juta untuk dibagi-bagi ke seluruh perangkat [pertandingan]. Segala cara yang penting Boreno menang," terang pria itu.
CNNIndonesia.com mencoba menghubungi Presiden Borneo FC Nabil Husein pada Kamis (21/1) pagi, namun tak ada jawaban.
Bali United disebut-sebut menang atas Persela Lamongan karena sudah diatur. (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana) |
Berikutnya, sumber Mata Najwa itu juga menyebut laga di Liga 1 2018 antara Bali United vs Persela Lamongan skornya juga sudah diatur untuk memenangkan Serdadu Tridatu.
"Order [perintah] YT melalui kurir YT. Dia adiknya salah satu Exco [PSSI] mengorder Bali United menang atas Persela. Menjanjikan Rp40 juta untuk PP [Perangkat Pertandingan]."
"Bukan rahasia umum lagi kalau Bali menang. Setiap pertandingan Bali pasti dikasih. Kalau menang Rp40 juta. Yang memberikan itu Dani, dia yang memberikan. Sudah jadi rahasia umum, semua wasit tahu itu," terangnya.
CNNIndonesia.com juga mencoba menghubungi Ketua Komite Wasit Condro Kirono terkait tuduhan keterlibatan komite itu soal pengaturan skor di Liga 1. Namun, tak ada jawaban darinya.
Sementara itu salah anggota Komite Wasit Purwanto mengaku tidak mengetahui soal dugaan keterlibatan para perangkat pertandingan tersebut.
"Saya tidak tahu-menahu. Saya ini hanya mengurusi masalah teknis, untuk memastikan kebugaran fisik para wasit. Itu saja," ucap Purwanto. (bac/har/sry)
Salah satu laga Arema FC disebut juga terindikasi pengaturan skor. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Bali United disebut-sebut menang atas Persela Lamongan karena sudah diatur. (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)