PSSI berencana menyampaikan sejumlah hal seperti agenda KLB yang digelar sebagai respons kekosongan kursi Ketua Umum PSSI dan juga status tersangka yang kini melekat pada Plt Ketua Umum Joko Driyono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden FIFA Gianni Infantino memberi apresiasi pelaksanaan program pengembangan sepak bola di Indonesia. Infantino juga memuji presentasi PSSI tentang pelaksanaan program FIFA Forward yang kemudian direkomendasikan untuk menjadi contoh bagi negara anggota FIFA lainnya.
Lebih lanjut, Tisha mengatakan belum menetapkan lokasi dari penyelenggaraan KLB.
"Tidak sampai ke sana dulu, karena posisinya kami berkonsultasi dulu kepada FIFA mengenai hal-hal tersebut. Setelah esensinya dapat, baru kami tentukan," ujar dia.
"Dalam 1-2 pekan, akan kami tetapkan [waktu keberangkatan ke Swiss]. Kami masih menunggu dari FIFA-nya kapan [bisa dikunjungi PSSI]," ujarnya melanjutkan.
Tisha juga menyampaikan KLB memiliki dua agenda. Agenda pertama adalah pembentukan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan. Sedangkan agenda kedua adalah tanggal penetapan kongres pemilihan pengurus baru.
"Di KLB nanti PSSI membuka diri kepada voters untuk mendengarkan aspirasi dari para member menyikapi hal-hal yang terjadi dan juga untuk reform PSSI yang lebih baik, utamanya mengenai fokus kami menjalankan program hingga 2024. Jadi PSSI tidak menunggu tapi menjemput member-member dan mengumpulkan mereka dalam satu forum yang dinamakan KLB," tutur Tisha.
"Aspirasi mereka akan PSSI tangkap dengan hangat. Dan apabila memang diputuskan untuk adanya kongres pemilihan pengurus baru yang dimajukan, kami sudah siap dengan pembentukan KP dan KBP," tuturnya kembali.
Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka perusakan garis polisi. (ANTARA FOTO/Reno Esnir) |
Ratu Tisha Diperiksa Delapan Jam
Ratu Tisha sendiri menjalani pemeriksaan sekitar delapan jam saat memenuhi panggilan Satgas Anti Mafia Bola.
"Dialog yang terjadi juga cukup banyak mengenai hukum di sepak bola, administrasi yang ada di PSSI, dan apapun yang bisa kami bantu untuk menyelesaikan problem-problem yang ada saat ini di Satgas, pasti PSSI bersama-sama untuk hal tersebut," kata Tisha kepada para awak media usai pemeriksaan.
Tisha menyampaikan tidak ada kasus yang secara spesifik ditanyakan. Rata-rata, katanya, hanya mengenai sistem administrasi yang ada di PSSI.
"Itu saja. Saya tidak menghitung detil jumlah pertanyaan yang diberikan. Pelaporan surat pemanggilan itu tindak lanjut dari ketika kita bertemu di sini," ucap dia.
Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka perusakan garis polisi. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)