Dianggap Vulgar, Pentas Teater Dikecam Khabib Nurmagomedov

CNN Indonesia | Selasa, 26/02/2019 14:11 WIB
Dianggap Vulgar, Pentas Teater Dikecam Khabib Nurmagomedov Khabib Nurmagomedov mengkritik pihak-pihak berwenang terkait penyelenggaraan teater yang dianggapnya terlalu vulgar. (AFP PHOTO / Vasily MAXIMOV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bintang UFC, Khabib Nurmagomedov mengecam sebuah pertunjukan teater di Dagestan yang dianggap terlalu vulgar.

Dalam akun instagram miliknya, Khabib menyoroti sebuah pertunjukan teater. Dalam potongan gambar yang diunggahnya, pemeran pria dan pemeran wanita sedang berakting. Pemeran wanita hanya menggunakan lingerie hitam saat berakting mendekati pemeran pria.

"Saya baru melihat video, namun saya tak menyebarkan 'kotoran ini' di sini. Siapa yang bertanggung jawab terhadap hal ini, siapa yang mengorganisir acara ini di Dagestan, sekali lagi saya bertanya demi kami."


"Dagestan adalah tanah kami dan tidak seharusnya seseorang bisa menyelenggarakan acara macam ini. Demi Allah, sampai warga Dagestan bangkit dan mengembalikan tatanan [kehidupan], maka situasi akan bertambah buruk," ucap Khabib.

Khabib terus melontarkan kritik. Dalam unggahan berikutnya, Khabib mempertanyakan kehadiran pihak-pihak berwenang di Dagestan.

Khabib Nurmagomedov mengecam pertunjukan teater yang dianggapnya berbau pornografi.Khabib Nurmagomedov mengecam pertunjukan teater yang dianggapnya berbau pornografi. (REUTERS/Kazbek Basayev)
"Kenapa pihak Dagestan diam, dimana deputi majelis nasional, dimana kepala distrik, kemana deputi dan para menteri? Kalian semua diam. Apakah pertunjukan ini sebuah penghinaan langsung pada kami? Jadilah lelaki dan berbicara," kata Khabib.

"Kenapa semuanya diam dan setuju aksi porno ini di pusat kota atau kalian ingin orang-orang keluar [dan beraksi? Jangan memprovokasi dan mempermalukan kami, selalu ada batas untuk segalanya," ucap Khabib melanjutkan.

Khabib berharap pihak-pihak berwenang Dagestan bereaksi dan bertindak untuk mengatasi kondisi ini.

"Katakan pada saya, apakah hukum negara kita memperbolehkan pertunjukan, ketika pria telanjang dan wanita berciuman di pusat kota? Kenapa hukum tidak bekerja? Dan siapa yang akan menjawab tentang aksi pornografi ini?"

"Saran saya untuk pemerintah Dagestan adalah dengan menyelenggarakan investigasi, sedangkan penyelenggara harus dihukum sesuai hukum yang berlaku dan tentunya meminta maaf kepada publik. Jadi hal seperti ini tidak akan terulang lagi," ujar Khabib. (ptr/nva)